"Untuk tahun 2017, diplomasi Indonesia akan difokuskan pada 14 hal, antara lain yang pertama adalah penguatan kontribusi Indonesia pada ASEAN dan kontribusi konkret ASEAN di kawasan," ujarnya dalam acara yang berlangsung di Ruang Nusantara Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017) malam.
Retno menyebut tahun ini Indonesia akan memperingati ulang tahun ASEAN yang ke-50. Indonesia juga akan terus konsisten mendorong peran konstruktif EAS dan terus memperkokoh persatuan antarnegara ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai amanat konstitusi, Indonesia akan sangat menghargai dukungan negara-negara sahabat untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020," ujarnya.
Hal lainnya yang disampaikan juga termasuk keinginan Indonesia mewujudkan vision 4.000 peacekeepers pada 2019. Pengiriman satu batalion komposit berkekuatan 800 personel, 100 individual police officers (IPOs), termasuk 40 polisi wanita, serta satu satgas Formed Police Unit (FPU) berkekuatan 140 anggota Polri juga menjadi bagian dari visi tersebut.
Di bidang perlindungan, Kemlu akan terus memastikan kehadiran negara bagi WNI di luar negeri. Counter-terrorism juga akan terus menjadi prioritas diplomasi Indonesia pada 2017.
"Indonesia akan terus memperkuat Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai sebuah centre of excellence dalam pelatihan penanggulangan terorisme. Kepemimpinan Indonesia pada tingkat global akan diteruskan, antara lain sebagai Ketua Bersama Pokja Detention and Reintegration dalam kerangka Global Counter-Terrorism Forum (GCTF)," jelasnya.
Hal terakhir yang disampaikan Menlu dalam acara tersebut adalah diplomasi Indonesia yang juga tidak akan meninggalkan komitmen global di berbagai bidang. Komitmen dalam perlindungan dan pemajuan HAM akan ditegaskan melalui pelaporan ketiga Universal Periodic Review di Dewan HAM PBB. "Upaya perlucutan senjata dunia akan kita perkuat melalui ketuanrumahan konsultasi regional NPT Prepcom awal Maret 2017."
"Dukungan bagi pembangunan berkelanjutan akan dikonkretkan melalui partisipasi pada voluntary national review (VNR) implementasi SDGs di bulan Juli 2017. Indonesia juga mendorong penguatan kemitraan global sebagai implementasi Paris Agreement. Indonesia juga akan terus aktif di Pasifik Selatan, baik melalui forum MSG, PIF, maupun PIDF," pungkasnya. (nkn/nkn)











































