Siap Usung Prabowo Jadi Capres di 2019, Gerindra Yakin Menang

Siap Usung Prabowo Jadi Capres di 2019, Gerindra Yakin Menang

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 10 Jan 2017 19:32 WIB
Siap Usung Prabowo Jadi Capres di 2019, Gerindra Yakin Menang
Prabowo Subianto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra akan mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019. Gerindra pun yakin sang ketua umum akan menang.

"Sekarang kita sangat siap. Dan kami yakin 2019 akan menang. Kemarin saja dengan persiapan yang relatif pendek kita bisa hampir memenangkan dengan perbedaan yang cukup tipis, apalagi sekarang," ungkap Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Fadli menyatakan mesin Partai Gerindra kini semakin besar. Termasuk bertambahnya jumlah anggota fraksi di DPR, dari yang awalnya hanya 26, pada periode ini menjadi 73 orang. Itu disebutnya sebagai salah satu bentuk kekuatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum lagi DPRD provinsi/kabupaten/kota, totalnya ribuan. Saya rasa kita punya kader-kader, mesin politik, punya simpatisan, kader yang cukup banyak," kata Fadli.

"Dan menurut survei, Pak Prabowo juga selalu berada di dalam top two, di antara dua. Kadang nomor satu, kadang nomor dua. Antara Prabowo, Jokowi. Jokowi, lalu Prabowo. Peluang Pak Prabowo cukup besar," lanjutnya.

Berkali-kali memperjuangkan Prabowo menjadi capres namun gagal, Gerindra tak takut jadi bahan bully-an. Menang dan kalah disebut sebagai hal yang biasa dalam politik dan perjuangan.

"Siapa yang mau bully? Presiden Abraham Lincoln saja berkali-kali, biasa itu. Kalau nggak salah belasan kali angkanya. Itu biasa di dalam politik. Hidup saja kita sering gagal, lulus, gagal, lulus, biasa saja," tutur Fadli.

Meski sudah siap untuk kembali memperjuangkan Prabowo, Gerindra tak memiliki persiapan khusus. Soal koalisi, menurut Fadli, belum dibicarakan.

"Persiapannya tentu melakukan konsolidasi, selalu berpihak kepada kepentingan rakyat, menyuarakan aspirasi rakyat. Memang itulah tujuan kita. Belum (bicara koalisi). Masih terlalu dini," paparnya.

"Kan ada pemilihan presiden serentak dengan pileg. Artinya, harusnya, logikanya parpol di parlemen bisa mencalonkan sendiri. Jadi nanti bisa banyak calon presiden," tambah Fadli.

Sayangnya, pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPR ini belum mau menjawab soal pasangan Prabowo yang akan diusung pada Pilpres 2019. Soal hubungan Prabowo yang kini mesra dengan Presiden Joko Widodo pun juga bukan menjadi ukuran untuk bisa berkoalisi.

"Pak Prabowo sejak awal sudah menyampaikan kepada pak Jokowi juga, kita akan menjaga demokrasi kita, menjaga pemerintahan Pak Jokowi, agar bisa menjalankan tugas-tugas, tidak akan mengganggu. Waktu itu ada pertemuan bulan Oktober 2014, Pak Prabowo menyampaikan, '2019 kita bertanding lagi'," urai dia.

Lantas apakah itu artinya Prabowo tidak ingin berpasangan dengan Jokowi, namun ingin bertanding lagi seperti Pilpres 2014?

"Ya pokoknya kita bertanding lagi, gitu lo. Kita tuntutannya kepada Pak Prabowo, para kader Gerindra menginginkan Pak Prabowo menjadi presiden," jawab Fadli.

Gerindra tak khawatir dengan Golkar yang kini sudah merapat ke pemerintah dan menyatakan siap mengusung Jokowi di Pilpres 2019. Fadli mengatakan masyarakat memiliki harapan besar kepada mantan Danjen Kopassus itu.

"Ya terserah masing-masing partai. Saya kira lihatlah survei di mana-mana sebagai indikator. Saya kira harapan masyarakat kepada Pak Prabowo semakin besar," tukasnya.

(elz/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads