SBY Perintahkan Penyebar SMS Gelap Soal Gempa Ditangkap
Selasa, 12 Apr 2005 11:25 WIB
Jakarta - Beberapa waktu lalu beredar SMS gelap yang menginformasikan bahwa Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia akan dilanda gempa dan tsunami. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memerintahkan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar untuk menangkap penyebar SMS gelap itu. "Saya minta kepada kapolri untuk mencari penyebar SMS gelap. Kan nggak baik," ujar SBY dalam pidato pembukaan Raker PKK di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/4/2005). Dikatakan SBY, saat beredar SMS yang isinya Jakarta akan dilanda gempa, beberapa waktu lalu, dirinya melakukan cross check ke sejumlah kedubes negara asing untuk mencari informasi dari BMG negara-negara itu dan hasilnya nihil. SBY juga mengecek ke BMG Nasional dan ternyata isu itu tidak benar. "Kalau memang betul ada warning dari BMG sehubungan akan terjadinya bencana, tentunya akan disebarkan lewat televisi dan radio, itu bagus," katanya. Selanjutnya, SBY meminta masyarakat tidak terlalu merisaukan informasi yang tidak jelas sumbernya. SBY memastikan, pemerintah akan memberikan informasi akurat berdasarkan masukan BMG sebagai peringatan dini kepada masyarakat."Kita tidak bisa bilang nggak ada gempa bumi karena Indonesia sedang bergerak lempengnya. Kita masih memberikan penjelasan yang baik juga sarana untuk itu, jangan takut," tuturnya. 1000 ekor kambingPresiden juga meminta masyarakat tidak mentahyulkan rangkaian gempa bumi yang melanda Indonesia. SBY mengaku pihaknya sempat menerima SMS yang memintanya menyembelih 1000 ekor kambing untuk tolak bala. "Kalau saya ikuti anjuran yang luar biasa uniknya itu, saya tidak bisa datang ke lokasi bencana, kendalikan tanggap darurat dan lain-lain. Justru kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT mohon agar tidak diberikan cobaan demikian beratnya," katanya.
(rif/)











































