DetikNews
2017/01/10 12:02:17 WIB

Lika-liku Skandal Suap PN Jakpus hingga Advokat Raoul Dibui 5 Tahun

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Lika-liku Skandal Suap PN Jakpus hingga Advokat Raoul Dibui 5 Tahun Raoul Adhitya Wiranatakusumah divonis 5 tahun penjara. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Santoso menerima suap SGD 28 ribu dari advokat Raoul Adhitya Wiranatakusumah melalui asistennya, Ahmad Yani. Tujuannya memuluskan penanganan kasus perdata yang tengah dikerjakannya.

Uang suap itu diduga diberikan agar gugatan kasus perdata PT Mitra Maju Sukses (MMS) terhadap PT KTP dengan materi gugatan wanprestasi ditolak majelis hakim.

Berikut ini kronologi kejadian suap yang diterima panitera pengganti PN Jakarta Pusat, Santoso, dari Raoul dan asistennya, Yani, sebagaimana dirangkum detikcom, Selasa (10/1/2017):

4 April 2016
Raoul menghubungi Santoso dan menyampaikan keinginannya agar dimenangkan. Santoso menyarankan agar Raoul menemui Partahi selaku ketua majelis perkara tersebut.

13 April 2016
Raoul hendak menemui Partahi. Namun, karena Partahi tak ada di tempat, Raoul akhirnya menemui Casmaya, yang juga salah satu anggota majelis hakim.

15 April 2015
Raoul datang ke PN Jakpus untuk kedua kali dan bertemu langsung dengan Partahi serta Casmaya di ruang hakim lantai 4.

Pertengahan Juni 2016
Raoul memperkenalkan anak buahnya, Yani, ke Santoso. Lalu Santoso bertemu dengan Raoul di PN Jakpus dan Raoul mengatakan akan memberikan uang sejumlah SGD 3 ribu untuk Santoso dan SGD 25 ribu untuk majelis hakim.

Terungkap pula pesan WhatsApp dari Raoul kepada Ahmad Yani sesaat sebelum penyerahan uang.

"Nanti kamu samperin ke P Santoso"
"Kamu tegesin saja lagi yang saya ngomong tadi ke Pak Santoso"
"Bentuknya dollar singapura'
"Tipis"
"Buat urusan KTP"
"Bilang biar Pak San sodok ke boss"
"supaya deal"

Yani membalas pesan tersebut, "OK, nanti saya sampaikan."

20 Juni 2016
Pukul 16.48 WIB
Santoso memberi tahu sikap majelis ke Raoul melalui SMS yang isinya:

Ang 1 sdh ok tinggal musy besok sy ke ang 2

Raoul menanyakan:

Siapa? Kamu ok?

Santoso menjawab:
Ok

22 Juni 2016
Raoul ke PN Jakpus dan bertemu dengan Partahi. Raoul menyampaikan keinginannya agar majelis hakim memenangkan pihak tergugat dan mempercepat putusan perkara tersebut. Raoul juga menyampaikan akan memberikan SGD 25 ribu untuk majelis hakim. Partahi mengucapkan terima kasih dan mengatakan nanti saja setelahnya.

24 Juni 2016
Yani menukarkan Rp 300 juta menjadi SGD 30 ribu dengan sisa Rp 3 juta. Yani diminta Raoul memisahkannya ke beberapa amplop. Amplop putih bertuliskan 'HK' berisi SGD 25 ribu, yang diperuntukkan bagi majelis hakim, dan amplop putih bertuliskan 'SAN', yang berisi SGD 3 ribu untuk Santoso.
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed