Gervasius memiliki mimpi yang kuat menjadi sukses. Kesuksesannya diawali dengan mengambil beasiswa penuh dari President University di Jababeka, Cikarang, setelah bersekolah di Taruna Nusantara, Magelang.
Pria 31 tahun itu mengambil jurusan management finance and banking. Selama kuliah, Gervasius sempat magang di 2 perusahaan multinasional securitas company, yaitu Merrill Lynch Bank of America dan ditugaskan di bank office, yang fokus di pasar saham dan finansial. Kemudian di BNP Paribas, bank terbesar di Prancis yang berinvestasi di Indonesia, bekerja untuk mengontrol pasar primer, financial statement, legalitas, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solidiance merupakan perusahaan regional management consulting di 12 negara Asia. Perusahaan itu memiliki kantor di AS dan Eropa. Fokus perusahaan adalah membantu perusahaan mutinasional dan korporasi mengembangkan bisnisnya di Asia.
Foto: Dok. President University |
Di Indonesia, Solidiance fokus di 3 sektor. Pertama, bidang telekomunikasi, media, dan teknologi (TMT). Kedua, bidang energi menyangkut migas, listrik, dan tambang. Ketiga, bidang konstruksi. Solidiance juga merambah ke health care and green technology. Dua tahun belakangan ini Solidiance bekerja sama dengan perusahaan lokal, seperti Trakindo, United Tractors, Telkom Indonesia, dan Pertamina.
Pada 2011-2013, Gervasius masuk ke Group Bakrie sebagai business analysis untuk membantu Anindya Bakrie. Tidak lama di Bakrie, Gervasius kembali ke Solidience Indonesia sebagai salah satu owner.
"Selalu mencoba hal-hal yang baru, setiap pekerjaan dikerjakan dengan sepenuh hati, dan berpikir akan membawa kebaikan, sehingga dikerjakan dengan ikhlas, apa pun hasilnya tetap disyukuri," ungkap Gervasius dalam rilis kepada detikcom, Selasa (10/1/2017).
Salah satu sosok yang menginspirasi kesuksesan pria bergaji digit 9 itu adalah SD Darmono, Chairman Jababeka Group. Gervasius bertemu dengan Darmono di President University. Pria Jawa-Batak itu diajarkan Darmono tentang kerja keras, memberi tanpa berharap menerima, dan menjaga kepercayaan orang.
"Contohnya saat saya memegang klien Pertamina. Saya pegang proyek kecil-kecil di bawah Rp 1 miliar. Tetapi, ketika mereka percaya kepada kami, mereka bisa memberi proyek Rp 5-10 miliar. Kepercayaan mahal nilainya, seperti yang disampaikan Pak Darmono, saya pegang sampai sekarang," kata Gervasius.
(nwy/mpr)












































Foto: Dok. President University