Warga Harap Perbaikan Tanggul Jebol di Muara Angke Dipercepat

Warga Harap Perbaikan Tanggul Jebol di Muara Angke Dipercepat

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 10 Jan 2017 11:14 WIB
Warga Harap Perbaikan Tanggul Jebol di Muara Angke Dipercepat
Banjir rob di Muara Angke (Jabbar/detikcom)
Jakarta - Warga Muara Angke dilanda banjir rob selama hampir sebulan. Mereka pun menemui Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Muara Angke agar perbaikan tanggul yang jebol dipercepat.

"Kita tadi bertemu Kepala UPT Muara Angke, Pak Abdul Cholik. Kita minta untuk perbaikan tanggul, karena tanggul sudah jebol dari bulan Mei, sebelum bulan puasa. Setelah tanggul jebol, air laut jadi luber," kata Ketua RW 020, Mutmainah, setelah bertemu dengan pihak UPT Muara Angke di kompleks Pelabuhan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Mutmainah mengatakan, pada pertemuan itu, dibahas solusi penanganan banjir rob ini. Respons dari Kepala UPT pun, menurutnya, sudah baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Respons dari UPT baik. Memang dia (Kepala UPT) juga sudah pusing. Dia terus bicarakan masalah ini. Dan meminta pihak pemerintah agar dananya segera turun," ujar Mutmainah.

Warga Harap Perbaikan Tanggul Jebol di Muara Angke DipercepatBanjir rob di Muara Angke (Jabbar/detikcom)


Dana tersebut nantinya juga akan dipakai untuk meninggikan jalan dan perbaikan saluran air di wilayah Muara Angke. Dalam pertemuan itu, Mutmainah datang bersama sekitar 50 warga lainnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, warga sudah membahas hal ini bersama pihak UPT Muara Angke, namun belum ada realisasi penanganan banjir. Mutmainah mengatakan warga siap bekerja sama untuk dilibatkan dalam penanganan banjir rob ini.

"Harapan kami semoga dipercepat perbaikan tanggul. Ayo kita kerja sama. Kami sedang menunggu. Jauh sebelum ini saya sudah sowan bersama karang taruna juga ke pihak UPT. Bahas gorong-gorong saluran air supaya tidak terjadi banjir. Ayo kita kerja bakti bareng. Jalan ini juga dari karang taruna, swadaya benerin jalan. Kalau dulu pernah kemari pasti miris ngeliatnya," ujarnya.

Mutmainah mengatakan banjir ini membuat aktivitas kegiatan warga Muara Angke terganggu. Kegiatan anak yang hendak ke sekolah juga terhambat. Banjir rob yang rutin terjadi ini menambah pengeluaran warga Muara Angke.

"Banjir ini mengganggu pendidikan anak, mau sekolah terhambat. Lalu perekonomian keluarga, yang mau kerja, mau beraktivitas terhambat. Kendaraan kami juga jadi rusak. Ini kan menambah pengeluaran. Karena ini air asin, jadi motor yang buat kita kerja aktivitas langsung mati," ungkap Mutmainah.

Pantauan di lokasi, tinggi permukaan air dalam banjir rob ini mencapai 30-50 sentimeter. Hanya mobil dan kendaraan odong-odong yang dapat melintas. Warga menggunakan odong-odong sebagai sarana transportasi.

(jbr/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads