DetikNews
Selasa 10 Januari 2017, 10:58 WIB

Kebaikan Orang-orang Biasa

Kisah Mereka yang Menularkan Hobi Sedekah Tiap Jumat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kisah Mereka yang Menularkan Hobi Sedekah Tiap Jumat Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Kendal - Menularkan kebiasaan baik tidak harus diawali dengan kesuksesan secara materi. Seperti halnya yang dilakukan warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bernama M. Alif (41), yang menyebar 'virus' sedekah dengan komunitas Sedekaholic.

Alif, yang seorang pengusaha reklame kecil-kecilan, sudah sekitar satu tahun melakukan kegiatan alam setiap Jumat pagi. Ia menyebarkan nasi bungkus plus minum untuk orang-orang membutuhkan dan berada di pinggir jalan.

Seperti halnya yang dilakukan pada Jumat (7/1/2017) lalu, ketika hujan mengguyur Kendal. Namun Alif tidak mengurungkan niatnya untuk berbagi. Bersama rekannya, Eddie Prayitno, Alif berboncengan motor sembari membawa dua kardus berisi nasi bungkus dan minuman kemasan.

Sedekaholic, Menularkan Hobi Sedekah Setiap JumatFoto: Angling Adhitya P/detikcom

Di sekitar Alun-alun Kaliwungu, Kendal, beberapa kali Alif dan Eddie berhenti dan membagikan nasi bungkus itu kepada petugas kebersihan, pengemis, gelandangan, pengayuh becak, bahkan sampai orang gila.

Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, Alif tuntas membagikan puluhan nasi bungkus itu. Ia pun kembali ke rumahnya di Jalan Kenduri Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal. Di teras rumahnya yang sederhana, Alif bercerita soal hobinya menyalurkan sedekah setiap Jumat itu.

"Saya lupa kapan mulainya, habis Lebaran tahun 2015 kayaknya. Berdua sama teman namanya Priyatno Yuwono, teman waktu di SMP Negeri Kaliwungu. Dulunya cuma iseng ingin bancakan sama orang-orang di jalanan," kata Alif.

Alif kemudian meniatkan diri untuk rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pada waktu sarapan. Kebiasaan positifnya itu menular, banyak orang tertarik ikut, bahkan penjual nasi bungkus pun kadang bersedekah berupa lauk.

"Awalnya hanya sekitar 20 nasi bungkus sama air putih gelas. Kadang bikin sendiri kadang beli, pokoknya yang layak dan sama seperti yang kita makan. Banyak yang tertarik, kadang orang warung ikut sedekah, lauknya dikasih ayam," tandas Alif.

Kegiatan yang dulu bernama Gerakan Menebar Nasi Bungkus (Gemar Menabung) itu kini makin banyak yang tertarik bergabung sehingga namanya dibuat menjadi Sedekaholic dan dibuatkan grup Facebook bernama Sedekaholic Community.

"Nama itu usulan teman-teman biar orang kecanduan untuk bersedekah," tandas Alif.

Kini tidak hanya Alif yang memberikan sedekah melalui Sedekaholic. Banyak juga yang menitipkan sedekah kepada Alif dengan mengirimkan uang yang nantinya dijadikan nasi bungkus. Bahkan pos pembagian sudah bertambah, tidak hanya di daerah Kaliwungu, tapi juga di Cepiring dan Kendal Kota.

"Sejak awal memang hari Jumat, untuk Jumat berkah," pungkasnya.

Sedekaholic, Menularkan Hobi Sedekah Setiap JumatFoto: Angling Adhitya P/detikcom

Dalam kegiatannya, Alif memang menyasar orang-orang yang membutuhkan dan hidupnya banyak dihabiskan di pinggir jalan, tidak terkecuali orang dengan gangguan jiwa. Berbagai pengalaman sudah dialami dari mulai makanan dibanting sampai dikira sogokan dari calon kepala daerah.

"Dulu pas masa kampanye, ditanya nasi dari nomor urut berapa. Pernah juga sama orang gila dibanting nasi bungkusnya, tapi lama-kelamaan mereka hafal dengan saya," ujar Alif sambil tertawa.
(alg/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed