"Harapannya kita bisa tahu motif dia apa, kalau cuma sekadar barang laptop, dompet, handphone-nya, terlalu mahal lah kalau ditukar nyawa. Motif lainnya apa? Infonya seperti itu, ada barang diambil, aku baru dengar-dengar saja ada barang diambil," kata kakak Tri, Indra Rizky, di rumah duka, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017).
Indra mengatakan, dia dan keluarga tidak memiliki firasat khusus sebelum kejadian nahas itu menimpa Tri. Tri adalah anak bungsu dari tiga bersaudara itu. Dia mengaku terakhir bertemu Tri pada Oktober 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra mengaku pihak keluarga menyerahkan seluruhnya proses penyelesaian kasus itu kepada pihak kepolisian. Indra menyebut dia hanya ingin mengetahui apa motif pembunuhan itu.
"Apabila tersangka ketangkap setimpal lah (hukuman), kalau bisa seumur hidup. Kalau dihukum mati, keenakan. Peraturan di Indonesia sudah ada. Paling lama hukumannya apa, yang mau aku tanya motif nya apa," tuntut Indra.
(kst/dnu)











































