Calon Gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi santai soal rencana Sumarsono tersebut, Menurut Agus, rapat kerja bisa dilakukan di mana saja.
"Saya kurang tahu pasti apa namanya, kegiatannya seperti apa. Kalau bagi saya sih, tempat rapat, tempat mengambil keputusan, tak selalu di kantor. Di lapangan ini kita bisa mengambil keputusan, jadi saya tak tahu konteks secara pastinya," ujar Agus di Koja, Jakarta Utara, Senin (9/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bagi saya, saya biasa kerja di lapangan, saya biasa memutuskan, mengambil keputusan terhadap substansi tertentu, itu dilakukan di mana saja. Yang penting tak mengganggu mekanisme, tidak menyalahi aturan," paparnya.
Sementara itu, calon gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak mau ambil pusing dengan rencana Sumarsono tersebut. Ahok mengaku tidak tahu apa pentingnya rapat di atas kereta.
"Saya nggak tahu," jawab Ahok singkat. Ahok mengatakan hal tersebut seusai acara bedah buku 'A Man Called Ahok' di sebuah rumah makan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).
Rencananya, Soni akan mengadakan raker dengan para pejabat SKPD di lingkungan Pemprov DKI di kereta wisata Jakarta-Yogyakarta. Dia menegaskan anggaran perjalanan tersebut berasal dari kocek pribadi tiap pejabat, bukan dari APBD.
"Menggunakan uang pribadi masing-masing. Tidak menggunakan APBD. Kalau menggunakan APBD, salah. Kok menggunakan APBD untuk kegiatan Sabtu-Minggu. Saya tahu aturan," jelas Soni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/1) tadi siang.
Sedangkan calon gubernur DKI nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan, menilai yang penting dari sebuah rapat adalah produktivitasnya.
"Intinya, yang penting meeting-nya produktif, biayanya efisien. Kalau itu terpenuhi, dibandingkan menggunakan tempat lain nggak apa-apa," kata Anies di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017).
Anies enggan berkomentar banyak apakah rapat tersebut termaksud pemborosan apa tidak. "Wah saya nggak tahu itu pemborosan atau bukan," sambungnya. (jor/kst)










































