Pengawasan Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian Khusus Kemenhub

Pengawasan Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian Khusus Kemenhub

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 20:30 WIB
Pengawasan Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian Khusus Kemenhub
Dirjen Hubla di Muara Angke (Jabbar/detikcom)
Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono mengatakan pascaterbakarnya KM Zahro Express, pengawasan keselamatan menjadi salah satu perhatian khusus dalam pelayaran kapal tradisional.

"Pascakejadian ini, yang menjadi fokus kita adalah peningkatan keselamatan, peningkatan keamanan, dan level of service. Itu yang bisa kita lakukan," kata Tonny di gedung Dermaga Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (9/1/2017).

Tonny menceritakan pengalamannya ketika naik kapal tradisional. Ketika itu, dia mendapati adanya drum bahan bakar minyak yang diletakkan dekat dengan penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin saya naik kapal tradisional, ada drum BBM dekat dengan penumpang. Harusnya jauh dari penumpang. Kalau saya mau tegas waktu itu, bisa saya larang itu. Karena ini menyangkut taat aturan dan keselamatan," tutur Tonny.

Seharusnya, lanjut Tonny, BBM disimpan di tempat yang jauh dari penumpang. Ia juga mengatakan, soal peningkatan pengawasan akan dilakukan dengan pengecekan kabel dan selang-selang yang ada di kapal. Perhatian ini juga termasuk dalam penyediaan jaket pelampung dan manifes penumpang kapal.

"Pelayaran harus pakai life jacket. Itu aturannya. Kedua, bagaimana penegakan soal manifes dengan jumlah penumpang di kapal," kata Tonny.

"Ketiga, kita meningkatkan pengawasan keselamatan. Seperti tadi, yang sering terbakar di daerah mesin, kita cek kabel dan selang masih layak atau nggak. Kalau tidak layak, tidak boleh berlayar," sambungnya.

Tonny mengatakan inspeksi mendadak itu akan dilakukan oleh petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Pencopotan Kepala KSOP Kelas V Muara Angke, Deddy Junaedi, karena lalai dalam pengawasan keselamatan pelayaran.

"(Pengawasan) itu tugas dari syahbandar. Kenapa kemarin KSOP saya copot? Karena dia lalai melakukan tugasnya. Bukannya melakukan pidana, ya. Tapi dia lalai dalam tugasnya, maka saya kasih sanksi administrasi dengan copot dari tugasnya," ucapnya.

Di sisi lain, warga juga menginginkan petugas rutin melakukan pengecekan. Seperti yang diungkapkan oleh Muslim, warga Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.

"Kami minta kepada petugas, mohon dijaga, untuk periksa kapal-kapal. Apabila ada yang tidak komplet, jangan boleh berangkat. Lebih muatannya, tahan saja. Apalagi ini sedang musim angin. Juga tolong diatur masalah muatannya," kata Muslim, yang berprofesi sebagai pembuat kapal.

Harapan serupa disampaikan oleh nakhoda KM Napoleon, Asnawi. Dia menyampaikan keprihatinan atas peristiwa terbakarnya KM Zahro Express.

"Di sisi pelayanan, ke depannya, kami ingin pelayanan satu pintu. Supaya mempermudah pelayanan. Penumpang saat ini jangan sampai ada hal komplain mengenai pelayanan. Kita semua ini tidak ingin terjadi. Dengan adanya petugas turun ke lapangan, semoga tidak terulang lagi," tutur Asnawi. (jbr/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini