Ray Rangkuti: Tak Ada Manfaat dari Penambahan Pimpinan DPR dan MPR

Ray Rangkuti: Tak Ada Manfaat dari Penambahan Pimpinan DPR dan MPR

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 19:11 WIB
Ray Rangkuti: Tak Ada Manfaat dari Penambahan Pimpinan DPR dan MPR
Gedung Parlemen (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai penambahan kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) tidak ada manfaatnya bagi rakyat. Penambahan kursi pimpinan DPR dan MPR itu hanya untuk kepentingan partai politik semata.

"Nggak ada manfaatnya (untuk rakyat), itu hanya mengakomodir kepentingan-kepentingan partai politiknya," kata pengamat politik Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti di kantor Formappi, Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/1/2017).

Ray tidak setuju dengan kebijakan penambahan pimpinan DPR dan MPR. Apalagi format pimpinannya diubah-ubah, dari nonpaket ke paket, dan dari paket ke nonpaket seturut kepentingan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini jelas nggak bisa diterima akal sehat. Kita gimana menjelaskannya, komposisi pimpinan DPR dari lima orang diubah menjadi enam orang, sebelumnya formatnya nggak begitu, dibuat format satu paket," tambahnya.

Dia mengimbau kepada anggota DPR agar membuat kebijakan yang berlaku untuk jangka panjang. Sekaranglah waktu bagi para anggota DPR untuk merancang undang-undang yang berlaku jangka panjang.

"Mulai sekarang harusnya didorong (anggota Dewan) buat undang-undang yang 100 tahun ke depan orang masih pakai. Bayangkan, nama mereka sampai 100 tahun ke depan, nama mereka disebut-sebut sebagai orang yang menetapkan undang-undang ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini revisi UU MD3 sedang berproses di DPR. Bila berhasil disahkan nantinya, komposisi pimpinan DPR dan MPR akan bertambah satu orang, dengan kata lain dari lima orang menjadi enam orang. PDIP-lah yang memperjuangkan hal ini. (dnu/dnu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads