"Saya belum diajak bicara oleh Ketua Umum, sehingga tidak patut mendahului keputusan Ibu Megawati. Maka kita sama-sama menunggu bagaimana keputusan Ibu Mega terkait unsur pimpinan tersebut," kata Basarah di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (9/1/2017).
Megawati adalah pengambil keputusan tertinggi di partai berlambang banteng moncong putih ini. Rapat-rapat di PDIP juga belum spesifik membicarakan soal sosok yang akan menduduki kursi Wakil Ketua MPR dan DPR setelah penambahan satu kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bidang yang diemban oleh wakil ketua tambahan nanti, Basarah menilai pembidangan itu masih dalam tahapan pembicaraan. Namun dia sendiri mengusulkan bidang tambahan untuk menggenapi pimpinan DPR dan MPR menjadi enam orang.
"Perlu saya rasa ditambah satu Wakil Ketua Bidang Pemantapan Kehidupan Kebangsaan," ujarnya.
(Baca juga: Ingin Pimpinan MPR Juga Ditambah, Zulkifli Usulkan Ahmad Basarah PDIP)
Sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan setuju formasi pimpinan MPR ditambah satu. Dia bahkan menyebut Ahmad Basarah bisa menjadi Wakil Ketua MPR demi kerja sama yang lebih baik.
"Ada yang bagus (kader PDIP) di MPR, Ahmad Basarah. Saya kira untuk kerja sama yang lebih baik, menghasilkan UU lebih baik, kenapa tidak?" papar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
(Baca juga: Politikus PDIP Sebut 3 Nama Ini Pantas Jadi Pimpinan DPR dan MPR)
Bendahara Fraksi PDIP DPR Alex Indra Lukman menyebut tiga nama yang cocok mengisi Wakil Ketua DPR dan MPR tambahan, yakni TB Hasanudin, Utut Adianto, dan Ahmad Basarah. (dnu/imk)











































