Kalau di Indonesia kemunculan seorang artis itu lebih banyak didorong oleh bakat dan lingkungan keluarga, di Korea lain lagi. Di sana, mencetak artis layaknya memproduksi celana jins atau sepatu saja. Beberapa perusahaan terus berinovasi dan berkompetisi melahirkan banyak bintang yang targetnya mengalirkan pundi-pundi yang bejibun.
Kalau pada tahun 1990-an, entertainment agency Korea hanya menyasar pasar anak-anak muda, kini orang dewasa dan kaum tua juga diincar. So, jangan kaget kalau yang jingkrak-jingkrak itu warga yang sudah kepala lima. Mereka kini mulai senang menyanyikan lagu-lagu anak muda. Tua dan muda memiliki kesukaan yang sama. Bagaimana itu semua bisa terjadi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Asep SyaifullahGrup EXO |
Tak kurang-kurang para agen dengan gagah berani melakukan diversifikasi usaha dan pencitraan yang fantastis, spektakuler, dan revolusioner. Mereka menciptakan grup-grup bintang baru dengan aneka macam image, segmen pasar, dan inovasi yang belum pernah ada. Tidak mengherankan kalau di Korea, para bintang dibuat belingsatan mempertahankan eksistensinya dengan segala cara karena persaingan yang begitu pesat.
Agar produk-produknya mendunia, kini banyak agen yang melakukan penggabungan aneka budaya (bukan hanya Korea saja). Selain itu, jaringan sosial melalui IT benar-benar didorong habis. Jadi, para calon bintang harus siap dengan pelatihan yang jauh lebih keras dari sekadar tentara yang mau perang.
Mau buktinya? Lihatlah grup terkenal EXO diisi juga oleh seorang bintang dari China, Lay. Grup Twice punya tambahan personel dari Jepang (Minatozaki Sana) dan Taiwan (Chou Tzu-Yu). Grup BlackPink mencomot gadis Thailand (Lisa). Bahkan, Super Junior-M menambah personel dari Kanada (Henry). Jadi, kalau bicara soal K-Pop saat ini, sudah bukan hanya melulu Korea, namun tetap mencitrakan Negeri Ginseng.
Apakah para calon bintang harus membayar? Jawabnya ya, tapi tidak harus seketika. Bagi mereka yang punya talenta kuat tapi berkantong tipis, dapat meneken 'kredit' dengan entertainment agency. Kalau nanti sudah kondang dan mulai meraup uang, maka cicilan terus mengalir ke agen sesuai kontrak. Inilah mode win-win-solution yang cukup cerdas.
Yang paling gres, di tahun ini akan muncul sebuah 'universitas' para bintang yang dinamakan SM K-Pop International School di daerah Gangnam. Saking agresifnya, sekolah para bintang ini sudah berkoar akan membuat cabang di beberapa negara. Ada dugaan bahwa para bintang K-Pop makin bersinar di angkasa. Anyonghaseo Indonesia?
*M Aji Surya adalah WNI yang tinggal di Korsel. (try/try)












































Foto: Asep Syaifullah