Ahok mengaku perjuangannya bersama Djarot Saiful Hidayat sudah tanggung untuk diselesaikan. "Perjuangan saya dan Djarot untuk Jakarta belum selesai, masih nanggung. Kami minta izin untuk menyelesaikan," kata Ahok saat bersilaturahmi di Ponpes Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (9/1/2017).
Selain meminta doa untuk Pilgub DKI 2017, Ahok mengatakan dirinya pasrah atas statusnya sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Ahok berharap bisa mendapatkan hikmah dari segala permasalahan yang dihadapinya.
"Saya berharap kegaduhan ini ada hikmahnya. Saya kan sudah terdakwa, nasib saya sekarang ada di Tuhan. Selain itu, ada di tangan lima hakim dan jaksa," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terkesan cerita beliau (Gus Nuril), beliau sangat tahu sejarah dari zaman Wali Songo sampai masa depan dunia. Saya tertarik dengan revolusi mental, tol laut, tadi sempat cerita soal Jalur Sutera juga, itu kan jalur perdagangan. Itu sudah dari lama, dari sebelum Wali Songo," papar Ahok.
"Kalau semua sudah selesai (Pilgub DKI 2017 dan persidangan), saya mau tanya-tanya lagi ke sini. Dunia ke depan, yang menguasai lahan, penduduk banyak, bisa mengusai laut itu yang menguasai dunia. Itu Indonesia, ini luar biasa," lanjutnya.
Pada akhir silaturahminya dengan Gus Nuril, Ahok mengatakan Gus Nuril adalah orang yang mau berjuang untuk keutuhan NKRI. Ahok berharap dirinya dan Gus Nuril bisa menghadirkan keadilan sosial untuk semua masyarakat.
"Semoga kita semua bisa menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Ahok (bis/erd)










































