"Saya usulkan GT darurat ini bisa jadi permanen. Jadi, kalau ada trouble lagi di Purbaleunyi, kendaraan besar tidak perlu masuk arteri Purwakarta," jelas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di lokasi, Senin (9/1/2017).
Menurut Dedi, selama digunakan sebagai jalur 'buangan', lalu lintas di jalan arteri Purwakarta kerap macet. Kontur jalan yang curam dan licin dikhawatirkan akan menyebabkan banyak kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keberadaan GT tersebut nantinya akan bisa terintegrasi dengan jalur lingkar barat dan jalur lingkar timur, yang saat ini tengah dalam tahap pengerjaan oleh Pemkab Purwakarta. Dua jalur tersebut berpotensi membangkitkan roda perekonomian warga dari sektor industri dan pariwisata.
"Biasanya kan ada hitungan bisnis juga untuk membuat pintu tol dan, kalau perlu kerja sama, kita siap," tuturnya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Di tempat yang sama, pelaksana tugas PT Jasa Layanan dan Pemeliharaan (anak perusahaan PT Jasa Marga), Hendy, mengatakan usulan tersebut akan disampaikan kepada pimpinannya sebagai pemegang kuasa.
Saat ini, kata dia, pihaknya hanya diberi tugas menyiapkan GT darurat yang rencananya akan rampung pada awal Februari 2017. GT itu memiliki lebar 8 meter dan panjang ke jalan arteri mencapai 600 meter.
"Rencananya, di setiap jalur akan terdapat dua lajur gerbang tol. Kemungkinan pengerjaan memakan waktu satu bulan," ucapnya.
Nantinya, kata Hendy, jika proyek itu sudah selesai, kendaraan besar yang masuk golongan 2-5 dari arah Jakarta tidak perlu lagi masuk ke jalur arteri Purwakarta. Sebab, bisa keluar di GT darurat KM 99+400 dan kembali masuk di GT Padalarang.
Begitu pun sebaliknya. Kendaraan golongan 2-5 dari arah Bandung bisa keluar dari GT Padalarang atau GT Cikamuning dan kembali masuk di GT darurat KM 99+600 untuk meneruskan perjalanan menuju arah Jakarta.
Saat ini progres pengerjaan masih dalam proses pembongkaran lahan. Kemudian, jika sudah dibongkar, proses selanjutnya akan ada pelebaran jalan, pengerasan, hingga finishing yang mencakup penyempurnaan jalan dan pemasangan loket pembayaran gerbang tol. (ega/ega)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom