Plt Gubernur: 60 Persen Pejabat DKI Belum Pernah ke Yogyakarta

Plt Gubernur: 60 Persen Pejabat DKI Belum Pernah ke Yogyakarta

Niken Purnamasari - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 13:18 WIB
Plt Gubernur: 60 Persen Pejabat DKI Belum Pernah ke Yogyakarta
Tugu Pal Putih Yogyakarta (Bagus Kurniawan/detikom)
Jakarta - Plt Gubernur DKI Sumarsono (Soni) akan melakukan rapat kerja (raker) bersama para pejabat Pemerintahan Provinsi DKI di gerbong kereta wisata dari Jakarta menuju Yogyakarta. Soni mengatakan sebagian besar pejabat tersebut belum pernah ke kota itu.

Alasan Soni melakukan rapat dengan gaya seperti itu, selain bekerja, mereka juga bisa berekreasi. Mereka akan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Candi Borobudur.

"Mereka (kepala SKPD) rupanya, setelah bekerja setahun penuh, merasa selama ini sudah cukup selesai pekerjaan yang kritisnya kan Desember. Saya kira nggak ada salahnya mereka rekreasi. Mereka ternyata belum pernah ke Yogya, apalagi Borobudur, ke Keraton. Sekitar 60% ternyata memang belum pernah," kata Sumarsono di Balai Kota, Senin (9/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sudah, sesekali ke luar kota. Yang penting memanfaatkan hari libur untuk pekerjaan. Itu hak mereka, bukan kantor," sambungnya.

Untuk biaya perjalanan, tiap kepala SKPD harus membayar Rp 7 juta dari kocek masing-masing. Dana tersebut akan menjadi subsidi silang bagi staf Pemprov DKI yang akan ikut.

"Para kepala SKPD cross subsidi saja. Masing-masing nyumbang Rp 7 juta saja karena ada sebagian yang berangkat (staf) tidak harus ditarik (dana), cross subsidi saja. Rp 7 juta termasuk paketnya, paket kuliner, paket rekreasi," kata Sumarsono.

Ia berharap rapat kerja sekaligus rekreasi tersebut dapat membuat para pejabat Pemprov DKI mendapatkan inspirasi.

"Dari perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta banyak inspirasi. Banyak anak-anak di pinggir kereta api yang main tanpa tempat, rumah kumuh. Selama ini kan karena kepala SKPD melihatnya gedung-gedung di Jakarta. Aspek kemanusiaan yang belum dapat perhatian. Jadi berlibur sambil bekerja," katanya.

(nkn/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads