Alasan Soni melakukan rapat dengan gaya seperti itu, selain bekerja, mereka juga bisa berekreasi. Mereka akan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Candi Borobudur.
"Mereka (kepala SKPD) rupanya, setelah bekerja setahun penuh, merasa selama ini sudah cukup selesai pekerjaan yang kritisnya kan Desember. Saya kira nggak ada salahnya mereka rekreasi. Mereka ternyata belum pernah ke Yogya, apalagi Borobudur, ke Keraton. Sekitar 60% ternyata memang belum pernah," kata Sumarsono di Balai Kota, Senin (9/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk biaya perjalanan, tiap kepala SKPD harus membayar Rp 7 juta dari kocek masing-masing. Dana tersebut akan menjadi subsidi silang bagi staf Pemprov DKI yang akan ikut.
"Para kepala SKPD cross subsidi saja. Masing-masing nyumbang Rp 7 juta saja karena ada sebagian yang berangkat (staf) tidak harus ditarik (dana), cross subsidi saja. Rp 7 juta termasuk paketnya, paket kuliner, paket rekreasi," kata Sumarsono.
Ia berharap rapat kerja sekaligus rekreasi tersebut dapat membuat para pejabat Pemprov DKI mendapatkan inspirasi.
"Dari perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta banyak inspirasi. Banyak anak-anak di pinggir kereta api yang main tanpa tempat, rumah kumuh. Selama ini kan karena kepala SKPD melihatnya gedung-gedung di Jakarta. Aspek kemanusiaan yang belum dapat perhatian. Jadi berlibur sambil bekerja," katanya.
(nkn/dnu)











































