Saat Jokowi, Menkominfo hingga Prabowo Melawan Berita Hoax

Saat Jokowi, Menkominfo hingga Prabowo Melawan Berita Hoax

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 10:25 WIB
Saat Jokowi, Menkominfo hingga Prabowo Melawan Berita Hoax
Deklarasi Masyarakat Anti Hoax di CFD Jakarta (Heldania Ultri Lubis/detikcom)
Jakarta - Maraknya pemberitaan palsu atau hoax meresahkan masyarakat. Kalangan masyarakat sampai Presiden Jokowi pun kini melawan berita hoax.

Pada Minggu (8/1/2017), sejumlah warga di Jakarta berkumpul dalam acara deklarasi 'Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax'. Ini merupakan gerakan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita hoax alias palsu.

Tidak hanya di Jakarta, acara ini dilakukan serentak di 5 kota lainnya, yakni Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo, dan Bandung. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, dari Menkominfo Rudiantara hingga penyanyi Giring 'Nidji'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Rudiantara menyampaikan pemblokiran bukan satu-satunya cara. Yang terpenting adalah masyarakat sebagai pihak pertama yang menyaring informasi yang beredar.

"Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan," kata Rudiantara di atas panggung.

Nah, bagaimana saat Presiden Joko Widodo, Menkominfo Rudiantara, hingga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyikapi maraknya pemberitaan hoax saat ini?

Begini pendapat mereka:

Menkominfo: Blokir Bukan Satu-satunya Jalan

Menkominfo Rudiantara (tengah)Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcom
Menkominfo Rudiantara (tengah)

Menkominfo Rudiantara mengatakan pemblokiran situs bukan satu-satunya jalan untuk menangkal berita hoax. Menurutnya, pihak pertama yang menyaring berita hoax adalah masyarakat itu sendiri.

"Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan. "Yang pertama harus sosialisasi aktivitas seperti ini, karena yang menapis (menyaring-red) pertama adalah masyarakat," kata Rudiantara di acara 'Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax' di kawasan CFD, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).

Jokowi Minta Para Santri Tangkal Berita Hoax

Jokowi saat sidang kabinetFoto: Bagus Prihantoro/detikcom
Jokowi saat sidang kabinet

Sementara itu, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh santri untuk menyiarkan berita baik dan menangkal berita-berita hoax. Hal tersebut diungkapkan dalam acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren At Taufiqy di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Marilah kita ajak rekan-rekan kita yang ada di luar, yang sering menyampaikan hal yang berkaitan fitnah, berita-berita yang bohong, ujaran kebencian, hasutan-hasutan, marilah kita ajak untuk mengembangkan bersama-sama nilai-nilai kesantunan, nilai nilai kesopanan," ujarnya di lokasi, Minggu (8/1).

Prabowo: Jangan Mudah Percaya Hoax

Prabowo SubiantoFoto: Agung Pambudhy
Prabowo Subiant
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut berita hoax sebagai risiko perkembangan teknologi. Prabowo mengaku juga kerap menjadi korban berita hoax tersebut. Dia meminta masyarakat semakin kritis dan tidak mudah percaya.

"Saya juga sering jadi korban kan. Ya jadi saya kira masyarakat harusnya kritis jangan liat di YouTube terus percaya, banyak berita nggak bener," ujar Prabowo di depan rapat akbar DPD Gerindra DKI di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (8/1).

Gubernur Ganjar: Ayo Berani Jujur, Jangan Anonim!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoFoto: Lamhot Aritonang
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo berpesan agar selalu tabayun dan kalau berani jangan menggunakan anonim. Masyarakat yang malas membaca mudah terpengaruh berita-berita yang tidak jelas kebenarannya atau hoax.

"Maka saya titip, mulai pagi ini jaga perilaku kita, jaga omongan kita, terutama dalam ber-social media. Hoax yang bikin hoek ini sudah meresahkan. Ayo berani jujur, jangan pakai anonim, tabayun dan demi Indonesia, hentikan penyebaran fitnah dan berita bohong," tegas Ganjar dalam acara 'Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax' di kawasan CFD Simpang Lima, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/1).
Halaman 2 dari 5
(dkp/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads