Pada Minggu (8/1/2017), sejumlah warga di Jakarta berkumpul dalam acara deklarasi 'Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax'. Ini merupakan gerakan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita hoax alias palsu.
Tidak hanya di Jakarta, acara ini dilakukan serentak di 5 kota lainnya, yakni Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo, dan Bandung. Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, dari Menkominfo Rudiantara hingga penyanyi Giring 'Nidji'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan," kata Rudiantara di atas panggung.
Nah, bagaimana saat Presiden Joko Widodo, Menkominfo Rudiantara, hingga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyikapi maraknya pemberitaan hoax saat ini?
Begini pendapat mereka:
Menkominfo: Blokir Bukan Satu-satunya Jalan
Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcomMenkominfo Rudiantara (tengah) |
Menkominfo Rudiantara mengatakan pemblokiran situs bukan satu-satunya jalan untuk menangkal berita hoax. Menurutnya, pihak pertama yang menyaring berita hoax adalah masyarakat itu sendiri.
"Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan. "Yang pertama harus sosialisasi aktivitas seperti ini, karena yang menapis (menyaring-red) pertama adalah masyarakat," kata Rudiantara di acara 'Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax' di kawasan CFD, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).
Jokowi Minta Para Santri Tangkal Berita Hoax
Foto: Bagus Prihantoro/detikcomJokowi saat sidang kabinet |
Sementara itu, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh santri untuk menyiarkan berita baik dan menangkal berita-berita hoax. Hal tersebut diungkapkan dalam acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren At Taufiqy di Pekalongan, Jawa Tengah.
"Marilah kita ajak rekan-rekan kita yang ada di luar, yang sering menyampaikan hal yang berkaitan fitnah, berita-berita yang bohong, ujaran kebencian, hasutan-hasutan, marilah kita ajak untuk mengembangkan bersama-sama nilai-nilai kesantunan, nilai nilai kesopanan," ujarnya di lokasi, Minggu (8/1).
Prabowo: Jangan Mudah Percaya Hoax
Foto: Agung PambudhyPrabowo Subiant |
"Saya juga sering jadi korban kan. Ya jadi saya kira masyarakat harusnya kritis jangan liat di YouTube terus percaya, banyak berita nggak bener," ujar Prabowo di depan rapat akbar DPD Gerindra DKI di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (8/1).
Gubernur Ganjar: Ayo Berani Jujur, Jangan Anonim!
Foto: Lamhot AritonangGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo |
Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo berpesan agar selalu tabayun dan kalau berani jangan menggunakan anonim. Masyarakat yang malas membaca mudah terpengaruh berita-berita yang tidak jelas kebenarannya atau hoax.
"Maka saya titip, mulai pagi ini jaga perilaku kita, jaga omongan kita, terutama dalam ber-social media. Hoax yang bikin hoek ini sudah meresahkan. Ayo berani jujur, jangan pakai anonim, tabayun dan demi Indonesia, hentikan penyebaran fitnah dan berita bohong," tegas Ganjar dalam acara 'Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax' di kawasan CFD Simpang Lima, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/1).
Halaman 2 dari 5












































Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcom
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Lamhot Aritonang