Kasus Penembakan di Pekanbaru Diduga Dendam karena Bisnis Narkoba

Kasus Penembakan di Pekanbaru Diduga Dendam karena Bisnis Narkoba

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 10:04 WIB
Kasus Penembakan di Pekanbaru Diduga Dendam karena Bisnis Narkoba
Foto: Istimewa
Pekanbaru - Motif penembakan yang menewaskan Jodi Setiawan (21) di Jl Hasanudin, Pekanbaru, diduga karena dendam terkait dengan persaingan bisnis narkoba. Pelaku penembakan bernama Satriandi (29) merupakan pecatan Polri.

"Dendam antara pelaku dan korban karena ada persaingan bisnis narkoba. Persaingan bisnis narkoba inilah kita duga kuat menjadi pemicu dendam kedua belah pihak," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Senin (9/1/2017).

Satriandi ditangkap tim Polresta Pekanbaru, dibantu tim Polda Riau, di tempat persembunyiannya di Padang Panjang, Sumatera Barat. Senjata api, peluru, pil ekstasi, dan mobil Honda Freed juga diamankan polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barang bukti pil ekstasi masih kita hitung dan kita lagi mengembangkan dari mana tersangka ini bisa mendapatkan barang bukti narkoba itu," kata Susanto.

Susanto menjelaskan, Jodi Setiawan, korban pembunuhan, merupakan warga Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, yang selama ini disebut sebagai 'kampung narkoba'. Seusai peristiwa penembakan, Sabtu (7/1), ditemukan pil ekstasi di kantong celana Jodi.

"Kita lagi mengembangkan kasus ini, ada dugaan seorang wanita ikut terlibat dalam kasus ini. Seorang wanita itu tugasnya menggiring korban sampai ke lokasi penembakan," kata Susanto. (cha/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads