Kepedihan Orang Tua Bonek yang Tewas Akibat Miras Oplosan

Kepedihan Orang Tua Bonek yang Tewas Akibat Miras Oplosan

Suparno - detikNews
Minggu, 08 Jan 2017 17:55 WIB
Kepedihan Orang Tua Bonek yang Tewas Akibat Miras Oplosan
Foto: Suasana di rumah duka (Suparno-detikcom)
Sidoarjo - Orang tua Mustakhim Najib (18) tidak pernah terpikir akan kehilangan anaknya yang tewas akibat menenggak miras oplosan. Mahfud ayah Najib mengakui anaknya adalah fanatik Persebaya.

"Anak saya Mustakim Najib ini sejak kecil kelas enam SD sudah fanatik dengan Persebaya. Di manapun Persebaya main dia pasti datang," kata Mahfud saat ditemui wartawan, di kediamannya, Desa Wedoro RT 2/ RW 1, Waru, Sidoarjo, Minggu (8/1/2017).

Awalnya dirinya mendengar kabar anaknya kritis dari anggota Polsek Waru. Namun keluarga kaget karena diberitahu anaknya sudah meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepedihan Orang Tua Bonek yang Tewas Akibat Miras OplosanFoto: Suasana di rumah duka (Suparno-detikcom)


"Ya saya hanya pasrah mas, apalagi ketika dia mau berangkat hanya berpamitan sama ibunya," tambahnya.

Mahfud mengaku memasrahkan kasus anaknya itu ke pihak kepolisian.

"Kami percayakan pada pihak kepolisian untuk mengusut penyebab kematian anak saya," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Nur Kholis (42), orang tua Brian Adam Firdaus (17) di rumah duka yang terletak di Gang 3 Jalan Brigjen Katamso, Waru. Dia mengaku anaknya berangkat ke Bandung sejak Kamis (4/1) malam.

"Menurut informasi saat itu, berkumpulnya di Bundaran Waru, bersama siapa tidak paham yang saya ketahui hanya Rudi," ujarnya.

"Kami pasrah, semua kejadian ini kami serahkan ke pihak yang berwajib untuk mengusut penyebab kematian anak saya dan teman-temannya," tambahnya.

Sementara orang tua Rudi saat ditemui wartawan hanya diam dan tertunduk. Hanya beberapa kata yang terucap dari bibirnya.

"Sudah mas kami pasrah dan kami percayakan kepada polisi," ucapnya.

Sedangkan korban lainnya bernama Asrul bin Hasan Basri (21) diketahui yatim piatu dan orang tuanya meninggal sejak tahun 2013. Saat ini korban Hasrul tinggal bersama adiknya yang bernama Hasral bin Hasan Basri yang masih kelas 9 SMP Negeri Waru. Keduanya tinggal di rumah dinas balai RW Desa Waru.

Dari pantauan detikcom, teman-teman korban yang dikenal bonek Waru setia menunggu kedatangan jenazah Asrul bin Hasan Basri. Mereka bergerombol di gang masuk rumah yang ditempati Asrul.

"Asrul ini bonek yang setia pada Persebaya, kemana Persebaya main Asrul selalu mendukung, sedihnya Asrul juga sedihnya kami teman-teman di sini," kata Muamar Khadafi (26), pengurus Bonek Waru.

Kepedihan Orang Tua Bonek yang Tewas Akibat Miras OplosanFoto: Suasana di rumah duka (Suparno-detikcom)


Muamar Khadafi menjelaskan, peristiwa kematian ini sungguh mengecewakan. Rekan-rekannya tidak menyangka mereka meninggal. (rvk/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini