"Seperti dicontohkan nabi dalam hal politik kekuatan politik, Rasul pernah membentuk kontrak politik dengan semua unsur dengan semua komponen masyarakat melalui piagam Madinah untuk mempersatukan untuk kesatuan dengan piagam ini jelas sekali bahwa ajaran Islam umat Islam menghargai kemajemukan suku, kemajemukan golongan, beraneka macamnya agama," ucap Presiden Jokowi di gedung Kanzuz Sholawat, minggu (8/1/2017).
Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki 700 lebih suku dan 1.100 lebih bahasa lokal yang penuh dengan kemajemukan. Menurut Jokowi, kemajemukan tersebut merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Presiden Jokowi di Pekalongan (Jujum-detikcom) |
Di akhir acara semua yang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama-sama menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya dan membaca teks Pancasila.
(rvk/rvk)












































Foto: Presiden Jokowi di Pekalongan (Jujum-detikcom)