Piagam masyarakat Bandung Anti Hoax di antaranya yakni mengajak masyarakat untuk mengurangi penyalahgunaan media sosial, menggalang kekuatan seluruh elemen bangsa dengan mengurangi pesan bernada kebencian, menyatukan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan hoax.
Masyarakat Bandung deklarasi anti-hoax. Foto: Avitia Nurmatari/detikcom |
Pendiri IHB Citra Pratiwi mengatakan, di Indonesia khususnya di Kota Bandung sudah banyak korban hoax yang menyebabkan permusuhan antar teman hingga keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Citra, saat ini yang menjadi target kampanye paling utama adalah perempuan khususnya ibu-ibu dan generasi muda.
"Rata-rata ibu-ibu yang punya smartphone itu mudah sekali bergaung. Itu pentingnya ibu-ibu didoktrin kekerasan. Mereka nggak sadar kalau itu hoax," terang Citra.
Sementara itu, Atalia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menyerap informasi dan menyebarkan informasi. Atalia meminta masyarakat THINK before Share atau berpikir terlebih dahulu sebelum membagikan informasi.
"T, is it true, H is it helpful, I is it inspiring, N is it nevessary, K is it Kind," kata Atalia.
Sekitar 200 orang hadir dalam deklarasi tersebut. Mereka membubuhkan tandatangan guna mendukung aksi Bandung Anti Hoax ini.
(avi/nkn)












































Masyarakat Bandung deklarasi anti-hoax. Foto: Avitia Nurmatari/detikcom