Anggota Komisi I: Sulit Mengatur Orang Berbicara di Dunia Maya

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 07 Jan 2017 18:54 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyarankan agar pemerintah tak berlebihan menyikapi berita bohong (hoax). Tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir situs-situs yang dinilai membuat hoax malah menimbulkan gesekan di masyarakat.

"Sepanjang Pemerintah baik-baik saja, tidak ada yang salah, ya biarin saja (hoax)," ucap Effendi dalam acara diskusi di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2017).

Menurutnya, pemerintah tak akan mampu membendung euforia masyarakat yang sedang gemar-gemarnya mencari informasi melalui internet, baik salah maupun benar. Pengguna internet di tanah air, terang Effendi, terlihat seakan belum sampai pada tahap penerimaan informasi yang berimbang.

"Ini kan persoalannya ada satu fenomena baru yang seolah-olah kita tidak siap menjalani masa-masa yang di negara-negara lain bahkan sudah lebih dulu, dan mereka sudah lebih settle dan selesai masa turbulensinya," jelas Effendi.

Lantas bagaimana dampak dari penyebaran berita lewat internet di Indonesia, sekarang? Effendi menjawab, dampak penyebaran itu membuat pemerintah dan rakyatnya sendiri 'bergesekan'. Penyebabnya karena Pemerintah terkesan bertindak sangat mengatur kebebasan masyarakat berekspresi di dunia maya.

"Di Indonesia, si pengguna (internet) dan regulator sepertinya sedang berkontraksi. Sulit mengatur cara orang berbicara di dunia maya, di dunia nyata saja kalau terminologinya mengatur, pemerintah mengatur itu sudah kurang tepat," kata Effendi.


(tfq/tfq)