"Seperti pilkada tahun 2011 lalu, saat ini kita juga membentuk satgas anti-money politics," kata Ketua DPP PDIP DIY Idham Samawi seusai rapat konsolidasi di kantor DPD PDIP DIY, Jl Tentara Rakyat Mataram, Yogyakarta, Sabtu (7/1/2017).
Pada 2011, saat Pilkada Kota Yogyakarta, 'operasi tangkap tangan' alias OTT terhadap pelaku politik uang menjelang pencoblosan di Danurejan juga pernah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, rapat konsolidasi yang digelar dimaksudkan untuk evaluasi upaya pemenangan pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Priono-Achmad Fadli. PDIP optimistis bisa memenangkan pasangan Imam-Fadli melawan pasangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi.
"Konsolidasi ini untuk mengoptimalkan mesin partai dan kita tidak boleh leda-lede, mantap untuk memenangkan pasangan Imam-Fadli," katanya.
Menurut Idham, pihaknya mendengarkan pemaparan dan program yang telah dijalankan selama masa kampanye ini mulai tingkat RW, kelurahan, hingga kecamatan.
"Kita berharap Pilkada 15 Februari nanti untuk Kota Yogyakarta dan Kulonprogo, pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo bisa menang semuanya," kata mantan Bupati Bantul itu.
Pilkada Kota Yogyakarta diikuti dua pasangan calon, yakni Imam Priyono, yang sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Yogyakarta, yang diusung PDIP dan NasDem. Sedangkan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi dicalonkan PAN, Golkar, PKS, Gerindra, dan PPP.
Sementara itu, Pilkada Kabupaten Kulonprogo diikuti dua pasangan, yakni Hasto Wardoyo-Sutedjo, yang diusung PDIP, PAN, Partai Golkar, PKS, Hanura, dan NasDem, serta Zuhadmono Azhari-Iriani Pramastuti, yang diusung koalisi Gerindra, PKB, dan Partai Demokrat.
(bgs/fdn)











































