Ahok Serahkan Proses Hukum Pengeroyokan Kader PDIP ke Polisi

Ahok Serahkan Proses Hukum Pengeroyokan Kader PDIP ke Polisi

Bartanius Dony A. - detikNews
Sabtu, 07 Jan 2017 14:45 WIB
Ahok Serahkan Proses Hukum Pengeroyokan Kader PDIP ke Polisi
Ahok menjenguk relawan korban pengeroyokan di RS Royal Taruma, Jakbar, Sabtu (7/1/2016). Foto: Bartanius Dony/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyerahkan pengusutan pengeroyokan kader PDIP bernama Widodo kepada polisi. Widodo dikeroyok setelah cekcok soal pernyataan pelaku pengeroyokan yang menyinggung Ahok-Djarot.

"Saya nggak tahu (motifnya). Polisi akan selidiki motifnya apa, kami sudah serahkan sama polisi," ujar Ahok setelah menjenguk Widodo di RS Royal Taruma, Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2017).

Ahok berpesan kepada relawan dan tim suksesnya agar tidak mengambil tindakan yang melawan hukum terkait dengan pengeroyokan Widodo, yang juga relawan. Siapa pun yang melanggar hukum, kata dia, penanganannya harus diserahkan kepada polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga sudah minta semua timses, termasuk partai, tidak boleh ambil tindakan apa pun. Kita bukan orang yang tidak taat aturan. Ini negara hukum, siapa pun yang berbuat salah, kita harus percayakan sama polisi. Tidak boleh ambil tindakan fungsi polisi," imbuhnya.

Widodo dikeroyok diduga karena cekcok dengan tetangganya terkait Pilkada. Cekcok bermula karena Widodo tak terima pasangan Ahok-Djarot disinggung.

"Kasihan kan, dia tukang ojek anak satu, kalau sampai cacat nggak bisa kerja gimana. Siapa yang mau pelihara (rawat) anak-anaknya. Satu keluarga ini muslim yang taat kok," kata Ahok.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie sebelumnya mengatakan pengeroyokan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (6/1). Ada dua tetangga Widodo yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.

"Yang dua pelaku inisial I dan F hasil keterangan merupakan anggota ormas, kita sudah tahu ormasnya. Kita sedang lakukan pengejaran. Yang bersangkutan juga tetangga korban," ujar Roycke kepada wartawan.

Pengeroyokan berawal dari adu mulut pada siang hari terkait dengan rencana blusukan Djarot ke Jelambar. Malam harinya, Widodo dihampiri oleh pelaku.

"Pemicunya, pelaku ini berteriak haram terhadap salah satu calon. Korban menyampaikan, 'Yang haram itu apa'," sebut Roycke. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads