"Saat ini pola aliran udara di selatan equator atau di wilayah kita di Jawa bagian barat ini membawa uap air cukup banyak," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (6/1/2017) malam.
Mulyono mengatakan kondisi ini dapat menyebabkan siang hari kondisi cuaca cerah bahkan terik. Namun, panas dari radiasi matahari ini menurutnya menjadi tambahan energi dalam pembentukan awan di sore hari hingga menyebabkan hujan malamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan meski pun sudah memasuki musim hujan bukan berarti setiap hari akan turun hujan. Ada kalanya terjadi jeda dalam beberapa hari lalu disusul dengan hujan lebat dan angin kencang usai jeda tersebut.
"Meski musim hujan tidak setiap hari selalu turun hujan ada kalanya terjadi jeda. Dua atau tiga hari semacam pengumpulan energi panas. Hari berikutnya mungkin hari ketiga, uap air cukup banyak, energi penuh untuk pertumbuhan awan cukup banyak, maka terjadi pertumbuhan awan dan sebelum turun hujan biasa diawali angin yang cukup kuat," jelas Mulyono. (HSF/dhn)










































