Cuaca Tak Menentu, BMKG: Ini Dampak Pola Aliran Udara

Cuaca Tak Menentu, BMKG: Ini Dampak Pola Aliran Udara

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 07 Jan 2017 05:15 WIB
Cuaca Tak Menentu, BMKG: Ini Dampak Pola Aliran Udara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Belakangan ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya sering tidak menentu. Kerap kali terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada malam hari meski pun pada siangnya cuaca cerah dan cukup terik. Apa penyebabnya?

"Saat ini pola aliran udara di selatan equator atau di wilayah kita di Jawa bagian barat ini membawa uap air cukup banyak," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (6/1/2017) malam.

Mulyono mengatakan kondisi ini dapat menyebabkan siang hari kondisi cuaca cerah bahkan terik. Namun, panas dari radiasi matahari ini menurutnya menjadi tambahan energi dalam pembentukan awan di sore hari hingga menyebabkan hujan malamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siang ada pengumpulan energi sebelum terjadi pertumbuhan awan atau sebelum hujan. Biasanya hembusan angin lebih kuat. Hingga sebelum turun hujan siang ke sore kemudian awan masak istilahnya saat sore hari. Sebelum turun hujan akan angin kencang, kemudian juga membawa terjadi hujan," paparnya.

Dia juga mengatakan meski pun sudah memasuki musim hujan bukan berarti setiap hari akan turun hujan. Ada kalanya terjadi jeda dalam beberapa hari lalu disusul dengan hujan lebat dan angin kencang usai jeda tersebut.

"Meski musim hujan tidak setiap hari selalu turun hujan ada kalanya terjadi jeda. Dua atau tiga hari semacam pengumpulan energi panas. Hari berikutnya mungkin hari ketiga, uap air cukup banyak, energi penuh untuk pertumbuhan awan cukup banyak, maka terjadi pertumbuhan awan dan sebelum turun hujan biasa diawali angin yang cukup kuat," jelas Mulyono. (HSF/dhn)


Berita Terkait