Terancam Ambruk, 5 Rumah di Trenggalek Retak-retak

Terancam Ambruk, 5 Rumah di Trenggalek Retak-retak

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 06 Jan 2017 23:44 WIB
Terancam Ambruk, 5 Rumah di Trenggalek Retak-retak
Kondisi rumah yang retak (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Kondisi tanah bergerak yang terjadi di Dusun Gebang, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, semakin parah. Akibatnya 5 rumah warga mengalami retak-retak dan terancam ambruk.

Sesuai dengan data di Pemkab Trenggalek, 5 rumah yang terdampak bencana tanah bergerak masing-masing adalah milik Boniran, Sumidi, Didik Sugianto, Tukirah dan Sodi.

"Kondisi rumah sudah tidak layak, saat ini saya dan keluarga menumpang di rumah saudara bersama warga yang lain," kata Sumidi kepada detikcom, Jumat (6/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terancam Ambruk, 5 Rumah di Trenggalek Retak-retakKondisi rumah yang amblas (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)


Sumidi mengatakan hampir seluruh tembok dan lantai rumah retak dan kini tidak dapat ditempati lagi. Untuk menghindari kerugian yang lebih parah, dia terpaksa melakukan pembongkaran dan mengosongkan seluruh isi rumah untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Menurutnya, kejadian tanah bergerak di kampungnya terjadi sejak dua pekan terakhir, setelah wilayah Kecamatan Panggul diguyur hujan lebat secara beruntun selama beberapa hari. Lebar retakan tanah terus bertambah hingga membahayakan 5 rumah warga.

Sedangkan di rumah Boniran, dampak tanah bergerak juga cukup parah, bagian teras amblas hingga kedalaman lebih dari 1 meter. Seluruh perabot dan isi rumah juga ikut diungsikan ke rumah tetangga. Dari 5 rumah yang terdampak, 3 diantaranya telah dikosongkan, sedangkan sisanya masih ditempati seperti biasa.

Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin meninjau langsung lokasi bencana. Dia mengatakan pemerintah daerah akan memberikan bantuan sementara berupa bahan pangan serta sejumlah uang tunai.

"Kalau tanah bergerak di Desa Terbis, Panggul tetangganya banyak. Sedangkan yang di Kertosono ini yang terdampak 5 rumah, tapi mereka terisolir di tengah persawahan," katanya.

Dia meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk terus melakukan pengawasan terhadap warga yang rumahnya terdampak bencana. Dia juga mengimbau seluruh warga terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera meninggalkan lokasi bencana apabila terjadi hujan deras maupun tanda-tanda adanya pergeseran tanah.

"Nyawa adalah yang utama, saat ini pemerintah daerah sedang merumuskan formula yang tepat untuk menangani seluruh rumah yang terdampak pergerakan tanah, tidak hanya di sini, tapi di seluruh Trenggalek. Jumlahnya cukup banyak," ujarnya. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads