Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017) menjelaskan, terungkapnya penyelundupan ini berawal dari penangkapan wanita warga negara Tanzania, Kessy Lilian Venance (27), yang masuk ke Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (5/1).
Kessy menyelundupkan sabu dengan cara menelannya atau biasa dikenal dengan metode swallow. Ada 66 kapsul sabu yang ditelan, sedangkan 20 kapsul lainnya disembunyikan di celana dalam dengan total berat sabu 610 gram.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Dari penangkapan ini, polisi melakukan penelusuran terhadap penerima narkoba yang dititipi melalui Kessy. Tim gabungan membekuk Chukwuebuka Chornelis Ifemy (28), warga negara Nigeria.
Namun Chukwuebuka melakukan perlawanan hingga akhirnya ditembak. Setelah itu, tim gabungan juga membekuk Ayogu Malachy Chiwetalu (32), WN Nigeria, yang juga ditembak karena melawan saat akan ditangkap.
"Karena saya sudah menyampaikan kepada tim dari Polri, jangan segan dan jangan ragu melakukan tindakan sesuai SOP, terutama bandar, termasuk WNA jaringan narkotika internasional yang merusak bangsa kita. Kita lakukan tindakan tegas, jangan segan-segan lakukan tindakan yang maksimal," ujar Tito.
Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom |
Dia menginstruksikan jajarannya menindak tegas pengedar narkoba. Jumpa pers yang digelar di depan instalasi kedokteran forensik ini, menurut Tito, memiliki pesan penting terkait pemberantasan narkoba.
"Oleh karena itu, saya minta eksposenya di depan kamar jenazah, sekaligus memberikan pesan, saya minta setop melakukan aksi merusak bangsa Indonesia kalau tidak akan berhadapan langsung," kata Tito.
Jumpa pers pengungkapan penyelundupan sabu ini dihadiri Direktur Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Kepala RS Polri Brigjen Didi Agus Mintadi, termasuk Direktur Bea dan Cukai Heru Pambudi. (fdn/fdn)












































Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom