Presiden: Tenangkan Suasana di Daerah Bencana

Presiden: Tenangkan Suasana di Daerah Bencana

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2005 02:47 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perintahkan jajarannya di lapangan segera menenangkan suasana di daerah bencana dan sekitarnya. Hal ini dilakukan berkenaan dengan maraknya SMS gelap kemungkinan terjadinya gempa dan Tsunami susulan.Arahan presiden ini disampaikan melalui Sekretaris Kabinet (Sekab) Sudi Silalahi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2005).Presiden juga meminta klarifikasi terhadap simpang siurnya informasi mengenai peristiwa maupun penanganan pasca bencana di Nias. Sambil mengefektifkan sistem pemberitahuan dini yang akurat tentang kemungkinan terjadi bencana susulan dan penanganan secara terpadu. “Atas adanya berita-berita yang tidak jelas ini, Presiden minta supaya mengefektifkan hubungan atau komunikasi dengan masyarakat oleh pemerintah,” kata Sudi Silalahi.Pernyataannya di atas merupakan salah satu arahan Presiden yang disampaikan di dalam rapat kabinet terbatas membahas kemajuan penanganan bencana Nias. Rapat diikuti oleh Wapres Jusuf Kalla, ketiga menteri koodiniator, sejumlah menteri teknis terkait dibawahnya dan Kepala BMG Gunawan Ibrahim.Pada kesempatan sama Menko Kesra Alwi Shihab menambahkan kesimpangsiuran informasi mengenai bencana telah menimbulkan keresahan warga di sejumlah daerah sepanjang pantai barat Sumatera lainnya. Menambah kepanikan warga Nias yang belum pulih dari trauma gempa. Banyak warga yang akhirnya berbondong-bondong meninggalkan pulau tersebut menuju Medan dan Sibolga. Sedangkan warga yang memilih tetap tinggal karena rumahnya masih utuh, tidak berani memasukinya karena khawatir adanya gempa susulan.“Saya kira gejala eksodus itu disebabkan antara lain tersebarnya berita-berita seakan-akan ada Tsunami dan gempa susulan yang begitu besar, sehingga timbul kepanikan,” ujarnya.Alwi menjelaskan bahwa untuk menyakinkan masyarakat agar tidak terlalu merisaukan isu-isu demikian, pihaknya akan bekerja sama dengan tokoh dan pemuka agama setempat. Baik dengan MUI, PGI dan KWI. “Kita bersama-sama memberikan penjelasan dan penyuluhan, menenangkan masyarakat di sana. Apakah melalui RRI atau selebaran-selebaran agar eksodus jangan terjadi lagi,” urainya.Lebih lanjut Sudi Silalahi menambahkan, untuk mempercepat pemulihan suasana psikologis warga, pemerintah sedang mengusahkan agar roda ekonomi daerah kembali berputar. Yakni membuka pasar-pasar baru di Gunung Sitoli dan daerah sekitar. Termasuk melancarkan operasi pasar menghadapi masalah tingginya harga sembako di sana.“Ini membuka peluang para pedagang kembali berusaha dan mereka yang masih punya uang bisa membelanjakannya,” tutur Sudi. (ism/)


Berita Terkait