Presiden Instruksikan Bentuk Task Force Bencana Alam

Presiden Instruksikan Bentuk Task Force Bencana Alam

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2005 02:39 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengintrusikan pembentukan satuan tugas (satgas) gabungan untuk melakukan penanganan secara kilat terhadap setiap bencana alam yang akan terjadi di masa mendatang di seluruh Indonesia.Instruksi ini disampaikan Presiden melalui Menko Kesra Alwi Shihab malam ini di Jakarta, Selasa (12/4/2005).“Presiden memberikan petunjuk untuk segera menyiagakan task force yang selalu siap menangani bencana alam,” kata Alwi. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat kabinet terbatas membahas kemajuan penanganan bencana Nias. Rapat diikuti oleh Wapres Jusuf Kalla, ketiga menteri koordiniator, sejumlah menteri teknis terkait di bawahnya dan Kepala BMG Gunawan Ibrahim.Lebih lanjut Alwi menjelaskan satgas gabungan yang akan berada di bawah koordinasi kementrian yang dipimpinnya. Tim ini terdiri dari unsur-unsur Depsos, Pertamina, PLN, Dephub, PU, Depkes, SAR dan TNI/ Polri. Tanggung jawab utamanya adalah menyiapkan infrastruktur awal untuk menunjang pelaksanaan tanggap darurat di daerah terkena bencana tersebut,Diharapkan dalam protapnya nanti akan ditegaskan pembagian tugas dan wewenang lembaga baru ini agar tidak tumpang-tindih dengan Bakornas PBP yang sudah ada. Sehingga kedua dapat melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing dengan efektif. “Bakornas itu kan badan koordinasi, kalau task force boleh dikatakan pasukan gerak cepat. Kalau ada masalah mereka langsung turun ke lapangan melaksanakan tugas, tanpa diperintahkan. Jadi tidak terlambat apabila di tempat-tempat lain terjadi bencana alam,” jelasnya. Pada kesempatan sama Mendagri M Ma’ruf menyatakan bahwa, pihaknya menginstruksi kepada seluruh gubernur, bupati dan walikota untuk menyiapkan langkah antisipasi. Langkah yang dimaksud M Ma'ruf yakni segera mengefektifkan Satkorlak di daerah masing-masing dan mendirikan posko yang memberikan peringatan dini kepada warganya bila ada informasi akurat dari BMG. Di samping itu juga, harus berupaya mendeteksi daerah-daerah mana saja yang rawan bencana alam. “Kita sudah kita keluarkan sejak tanggal 4 (April) dan kita harapkan Pemda-pemda sudah melakukan kegiatan di lapangan,” ujar Ma'ruf.Pihak BMG sendiri akan mengintensifkan koordinasinya dengan Badan Vulkanologi dan aktif memantau perkembangan-perkembangan kemungkinan terjadinya bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian secepat mungkin dapat memberitahukannya segera ke daerah-daerah berada dalam radius ancaman. (ism/)


Berita Terkait