"Tim antemortem masih bekerja, masih menunggu data-data yang spesifik," kata Kepala Bagian Humas RS Polri Kombes Luh Ike Kristiani kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).
Proses identifikasi memakan waktu karena tim DVI masih menunggu data diri korban sebelum meninggal dunia. "Kemarin di antemortem ada yang melapor, pas dihubungi tidak datang dan ditelepon tidak bisa-bisa. Kalau masih survive, seharusnya datang lagi melapor," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbakarnya KM Zahro Express mengakibatkan 23 orang tewas dan 48 orang luka. Ada sejumlah korban yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Terkait dengan penyelidikan terbakarnya KM Zahro Express, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim mengambil dinamo dari KM Zahro untuk dianalisis. Dibutuhkan waktu 2-3 bulan untuk proses analisis atas kejadian kebakaran kapal.
(fdn/asp)










































