Rumah yang rusak berada di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari. Kerusakan rata-rata tembok rumah roboh dengan lebar bervariasi. Selain itu lima rumah terendam air dan jalan paving rusak berat.
Mengetahui ada rumah warga rusak, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf langsung mengajak sejumlah Kepala SKPD terkait untuk meninjau lokasi, Kamis (5/1/2017) malam. Selain SKPD terkait, ada pula pihak BPBD Jawa Timur. Rapat koordinasi langsung dilakukan untuk memastikan warga segera mendapat bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Irsyad meninjau lokasi banjir. Foto: (Muhajir Arifin/detikcom) |
Bupati yang akrab disapa Gus Irsyad ini juga mengatakan banjir tidak separah seperti yang digambarkan di media sosial. Meski demikian, ia mengakui banjir di Purwosari Kamis sore tadi, cukup parah.
"Memang parah, tapi bukan bandang seperti digambarkan di media sosial. Penyebabnya banyak bangunan jembatan yang konstruksinya tidak sesuai dengan kondisi tanah di lokasi," ujar dia.
Bupati Irsyad (berbaju hitam) rapat koordinasi dengan SKPD terkait. Foto: (Muhajir Arifin/detikcom) |
Ikut dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pengairan, Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Sosial, BPBD dan Satpol PP.
Selain banjir parah di Purwosari, banjir juga terjadi di Kraton, Rejoso dan Winongan. Hingga saat ini belum ada data resmi berapa rumah di Kabupaten Pasuruan yang terendam banjir.
Hujan lebat di kawasan Lawang dan Purwodadi selama dua jam dengan intensitas 127 mm/jam menyebabkan sungai yang melintasi sisi Jalan Raya Purwodadi-Purwosari meluap ke jalan raya hingga 30 Cm. Luapan air ke jalan raya sempat melumpuhkan jalur Pasuruan-Malang selama tiga jam.
Saksikan video dari 20detik di sini:
(elz/ear)












































Bupati Irsyad meninjau lokasi banjir. Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)
Bupati Irsyad (berbaju hitam) rapat koordinasi dengan SKPD terkait. Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)