Peneror Bom DAAI TV Pernah Ancam Studio TV Lain Tahun 2015

Peneror Bom DAAI TV Pernah Ancam Studio TV Lain Tahun 2015

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 20:22 WIB
Peneror Bom DAAI TV Pernah Ancam Studio TV Lain Tahun 2015
Polisi jumpa pers soal penangkapan pelaku teror DAAI TV (Amel/detikcom)
Jakarta - Willian Hadi, tersangka peneror bom di stasiun televisi swasta DAAI TV di Penjaringan, Jakarta Utara, ternyata bukan pertama kalinya melakukan aksi teror. Pria pengangguran asal Binjai, Sumatera Utara, ini pernah melakukan aksi serupa pada tahun 2015.

"Tersangka ini melakukan ancaman bom dengan TKP di DAAI TV di PIK, Penjaringan, Jakut. Setelah ada ancaman tersebut, kita lakukan penyelidikan dan akhirnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan tersangka sudah dua kali melakukan pengancaman bom ke kantor stasiun televisi swasta via media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi untuk tersangka berinisial WH melakukan sudah dua kali, ini yang kedua," ujar Wahyu saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Wahyu mengatakan hal itu terungkap dari hasil digital forensic terhadap gadget tersangka yang digunakan untuk melakukan teror. "Pertama tahun 2015, sama melakukan pengancaman juga di gedung Trans7," imbuh Wahyu.

Ancaman teror bom itu dilakukan tersangka melalui akun Twitter Willian pada 31 Oktober 2015. Tersangka me-retweet cuitan admin twitter @TRANS7 yang saat itu mengunggah sebuah foto dalam program game show.

Peneror Bom DAAI TV Ternyata Pernah Ancam Studio TV Lain Tahun 2015Foto: Polisi jumpa pers soal penangkapan pelaku teror DAAI TV (Amel-detikcom)


"Rolong gedung trans 7 di kosong kan dan siaran nya ditutup karena ada bom," demikian isi cuitan tersangka pada akun Twitter @Willian tanggal 31 Oktober 2015.

Untuk kedua kalinya, tersangka meneror DAAI TV melalui laman fanpage Facebook 'Refleksi DAAI TV', tanggal 2 Januari 2017. Tersangka dua kali mengirimkan ancaman tersebut.

"I LOVE ISIS, Kami telah beri kejutan di 5 titik gedung DAAI TV. Hitungan 10 menit mulai dari sekarang," tulisan ancaman pada wall fanpage Facebook DAAI TV.

"Bom akan meledak," ancaman berikutnya yang di-posting pelaku pada pukul 12.53 WIB.



(mei/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads