DetikNews
Kamis 05 Januari 2017, 19:03 WIB

Prada Riki Dikeroyok Saat Berkelahi Bela Serka Bayu yang Dijaili

Audrey Santoso - detikNews
Prada Riki Dikeroyok Saat Berkelahi Bela Serka Bayu yang Dijaili Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengeroyokan yang berujung kematian Prada Riki Hidayat bermula dari cekcok yang terjadi antara rekan Riki, Serka Bayu Wicaksono, dan dua orang pria mabuk di arena biliar. Keributan kemudian berlanjut hingga terjadi penganiayaan terhadap Prada Riki.

Kedua pria mabuk yang belum diketahui identitasnya itu diduga mengganggu Serka Bayu sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu (4/1). Saat itu Serka Bayu sedang bermain biliar di Nine Ball Billiard di Jl Raya Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

"Tiba-tiba datang dua orang sipil dalam kondisi mabuk, dan salah satu dari mereka mengganggu Serka Bayu dengan cara mengambil dua bola biliar, memasukkan ke dalam celananya, dan berjalan ke luar tempat biliar," ujar Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/1/2017).

Keterangan kronologis kejadian ini disampaikan Jemi berdasarkan keterangan lima orang rekan Prada Riki yang diperiksa Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) terkait pengeroyokan.

Jemi melanjutkan, karena 'dijaili', Serka Bayu menghampiri dan menegur kedua pria tersebut untuk mengembalikan bola biliar yang sedang dimainkan. Cekcok terjadi antara Serka Bayu dan kedua pria tersebut.

Serka Bayu yang sendirian di lokasi lantas menelepon Praka Arif Widodo untuk meminta bantuan. Sekitar 30 menit kemudian, Praka Arif bersama empat rekannya, termasuk Prada Riki, tiba di Nine Ball Billiard.

"Mengetahui kalah jumlah, kedua orang sipil tersebut melarikan diri. Tak berapa lama, sekitar 20 orang sipil datang ke lokasi kejadian sehingga terjadilah perkelahian antara kelompok Serka Bayu melawan kelompok sipil," jelas Jemi.

Karena kalah jumlah, Serka Bayu dan empat rekannya, termasuk Prada Riki, berusaha melarikan diri keluar dari arena biliar.

"Namun nahas, pada saat Prada Riki Hidayat hendak mengambil motornya, ia mendapat pukulan benda keras di belakang kepala dan terjatuh," terang Jemi.

Para pelaku kemudian menganiaya Prada Riki dengan menggunakan patahan paralon dan stik biliar. Pelaku pengeroyokan langsung bergegas meninggalkan lokasi kejadian saat mengetahui Prada Riki sudah tak berdaya.

"Korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Prada Riki Hidayat dinyatakan meninggal karena delapan tusukan di punggung, tangan kiri, pangkal lengan kiri, rusuk sebelah kiri, dan kepala bagian belakang," kata Jemi.


(fdn/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed