"Meski kita tahu angka gini ratio sedikit membaik, tapi apa pun kalau kita lihat angkanya pada posisi yang tinggi. Oleh sebab itu, kita harus kerja keras mati-matian dalam rangka menurunkan angka kesenjangan," kata Jokowi di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1/2017) kemarin.
Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan adalah dengan melakukan redistribusi aset. Tanah-tanah juga diberi legalisasi agar kepemilikannya jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Menaker Hanif Dhakiri kemudian membuat program perluasan lapangan kerja untuk mengurangi kesenjangan. Hanif menambahkan, ingin menambah pelatihan vokasi.
"Ya salah satunya pendidikan vocational training, pemagangan yang bersama dengan industri ya. Karena kalau kita bicara soal kemiskinan, ketimpangan sosial, pengangguran, walaupun secara statistik angkanya menurun tapi tetap jadi tantangan kita secara keseluruhan. Nah, faktor ketenagakerjaan itu berkontribusi cukup besar terhadap masalah kemiskinan itu, khususnya terkait ketimpangan skill," tutur Hanif di Istana Bogor, kemarin.
Di bidang pangan, Jokowi telah perintahkan Mentan Amran Sulaiman dan Mendag Enggartiasto Lukita untuk memangkas rantai tengkulak. Caranya adalah dengan memanfaatkan sistem IT.
"Siapkan yang namanya logistic platform, ritel platform. Dalam dunia IT yang sekarang ini kita hadapi. Tanpa itu jangan berharap ada efisiensi sehingga mata rantai di lapangan pemasaran yang sekarang dikuasi tengkulak bisa dipendekkan dengan kita membangun sebuah logistic platform dan ritel platform," kata Jokowi dalam Rakernas Pembangunan Pertanian di Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017).
Sementara itu harga cabai yang melonjak menjadi tantangan pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan. Sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kebayoran Lama, terutama untuk harga cabai rawit merah dan daging. Di sana cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp 120.000/kg, sedangkan harga daging sapi lokal masih Rp 120.000/kg.
Selain harga cabai yang menjadi perbincangan, kenaikan penerbitan STNK juga jadi sorotan. Kenaikan tarif tersebut mulai penerbitan STNK baru dan perpanjangan, pengesahan STNK, penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), dan lain-lain, dengan kenaikan rata-rata 100 persen dari tarif awal.
Presiden Jokowi kemudian mempertanyakan soal besaran kenaikan itu. Jokowi meminta agar kenaikan harga ini tak terlalu tinggi. (bag/erd)











































