Anies Baswedan: Dalam Debat Bebas Tanya Apa Saja

Dinamika Pilgub DKI 2017

Anies Baswedan: Dalam Debat Bebas Tanya Apa Saja

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 16:07 WIB
Anies Baswedan: Dalam Debat Bebas Tanya Apa Saja
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku siap mendapat pertanyaan apa pun saat sesi debat resmi yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum DKI nanti. Dia menolak keinginan timses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta agar tidak menyerang secara personal.

"(Dalam debat) bebas apa saja. Saya nggak ada masalah ditanya apa saja, saya juga nggak ada masalah bebas bertanya apa saja," ujar Anies di Jalan Syawal, Koja, Jakarta Utara, Kamis (5/1/2017).

"Kalau pemimpin itu ya orangnya. Yang kedua ya akan dikerjakan oleh orangnya. Maka bisa ditanyakan tentang orangnya atau apa yang akan dikerjakan," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies mengaku sudah mempersiapkan diri menjelang debat resmi KPU, yang akan diadakan pada 13 Januari mendatang. Ia sudah berdiskusi dengan beberapa tokoh untuk melatih kepekaan.

"Diskusi-diskusi itu lebih banyak pada memperkaya perspektif, memperkaya pandangan. Tapi persiapan debat itu sudah dikerjakan sepanjang hari," ujarnya.

Anies mengaku akan mempersiapkan strategi khusus dalam debat. Ia merasa optimistis untuk dapat meraih simpati warga Jakarta.

"Kalau jurusnya dikeluarin semua belum. Kalau itu sudah dianggap banyak. Alhamdulillah, tapi belum semua. Dan, kalaupun ditiru, rakyat bisa menilai mana inovasi mana imitasi. Kami optimis," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pasangan calon nomor urut 2 itu siap adu debat dengan dua pasangan kandidat lainnya.

Ace berharap saat debat nanti pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak menyerang karakter pribadi. Kalaupun ada 'serangan', dia berharap itu terhadap program Ahok-Djarot.

Politisi Golkar tersebut juga mengingatkan, bila paslon lain lebih memilih menyerang Ahok-Djarot pada karakter pribadi, hal tersebut akan merugikan pihak lawan mereka. Sebab, masyarakat bisa menilai mana paslon yang benar-benar santun, mana yang santun karena pencitraan.

(afr/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads