Perampok Pulomas Hanya Butuh 16 Menit Beraksi di Rumah Ir Dodi

Perampok Pulomas Hanya Butuh 16 Menit Beraksi di Rumah Ir Dodi

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 14:22 WIB
Perampok Pulomas Hanya Butuh 16 Menit Beraksi di Rumah Ir Dodi
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (kedua dari kanan) (Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Ramlan Butarbutar membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk menyelesaikan 'misi' mereka merampok di rumah Ir Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Utara. Dari rekaman CCTV di rumah Dodi, para pelaku melakukan aksinya dari awal kedatangan hingga selesai beraksi selama 16 menit saja.

"Enam belas menit, Pak," ujar tersangka Ridwan Sitorus alias Ius Pane saat ditanya Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan soal durasi mereka merampok di rumah korban.

Hal ini diungkapkan Ius dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017). Hadir dalam jumpa pers ini Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rudy Herianto Adi Nugroho, Kapolres Jaktim Kombes Agung Budijono, Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono, dan Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta Maulana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Polisi Putar Rekaman CCTV Perampokan di Pulomas)

Ius kemudian mengungkap alasan mereka menyelesaikan perampokan itu dalam waktu yang singkat. Salah satu korban, Diona (korban tewas) yang berteriak, membuat para pelaku buru-buru menyelesaikan aksinya.

"Korban berteriak Pak," jawab Ius.

"Jadi mereka ini melakukan perampokan itu dari pukul 14.26-14.42 WIB sampai selesai, enam belas menit," terang Irjen Iriawan.

Dalam jumpa pers ini, Kapolda memutar rekaman CCTV di rumah korban. Berbagai sudut CCTV menampilkan betapa santai para pelaku melakukan aksinya.

Dimulai ketika kedatangan Ramlan cs menggunakan mobil Suzuki Ertiga berwarna putih ke lokasi. Tersangka Ius dengan santai turun dari mobil, lalu membuka pintu pagar rumah korban yang saat itu tidak terkunci.

Saat itu, Yanto, sopir Dodi, yang juga tewas dalam aksi perampokan itu, hendak menurunkan kursi plastik di garasi untuk dipindahkan ke rumah korban di Pulomas Regency. Ius kemudian menodong Yanto.

(Baca juga: Begini Jalur Pelarian Pelaku Perampokan di Pulomas)

Selanjutnya Ramlan dengan kakinya yang terpincang-pincang mengikuti langkah Ius. Ramlan pun dengan santai mendatangi garasi rumah korban. Diikuti tersangka Erwin Situmorang. Sedangkan tersangka Alfin Sinaga bertugas mengawasi lingkungan sekitar dengan menunggu di mobil.

Setelah Ramlan, Ius, dan Erwin masuk, mereka menodong Yanto, lalu menyuruh Yanto duduk di ruang makan. Setelah itu, para pelaku mengumpulkan korban lainnya di ruang dapur.

Meski banyak orang di rumah korban, para pelaku melakukan aksinya dengan santai. Sebab, ketiga pelaku memegang senjata api dan airsoft gun, yang membuat korban ketakutan.

Para pelaku kemudian memasukkan 9 korban secara bergiliran ke dalam toilet berukuran 2 x 1 meter di ruang dapur. Korban Tarso, sopir Dodi lainnya yang juga tewas dalam peristiwa itu, datang belakangan.

Tarso juga digiring secara perlahan ke dalam rumah oleh pelaku Alfin, yang mengetahui kedatangan korban. Terakhir, Dodi datang ke rumahnya dengan menggunakan mobil, sesaat sebelum Ramlan cs hendak kabur.

Lagi-lagi, para pelaku dengan santai melakukan aksinya. Bahkan tersangka Ramlan membukakan pintu pagar rumah korban untuk menyambut kedatangan mobil Dodi.

(Baca juga: Begini Catatan Hitam Ramlan Butarbutar di 6 Kota)

Dodi selanjutnya ditodong begitu turun dari mobil. Dia digiring masuk ke toilet dan disekap bersama 10 korban lainnya.

Kasus ini baru diketahui pada Selasa (27/12/2016), saat Sheila Putri, teman Diona, berkunjung ke rumah korban. Sheila kemudian mendengar rintihan para korban di dalam toilet, lalu berlari mencari pertolongan.

Enam korban tewas dalam perampokan itu adalah Dodi, 2 anaknya dari istri keduanya, Amel (teman Gemma), dan 2 sopirnya. Sedangkan lima orang lainnya, yakni Anet (putri kedua Dodi dari istri kedua) dan 4 pembantunya, selamat. (mei/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads