Cerita Tim Oranye yang Pertama Kali Evakuasi Korban KM Zahro

Cerita Tim Oranye yang Pertama Kali Evakuasi Korban KM Zahro

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 13:33 WIB
Cerita Tim Oranye yang Pertama Kali Evakuasi Korban KM Zahro
KM Zahro yang terbakar dibawa ke dok Kali Asin, Jakarta Utara. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - KM Zahro Express terbakar ketika hendak menuju Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Muara Angke. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/1/2017) pagi itu membuat para penumpang lompat dari kapal tersebut.

Pada waktu yang sedikit berbeda, ada 6 KM Laut Bersih yang berangkat menuju Kepulauan Seribu. Kapal-kapal tersebut adalah KM Laut Bersih 07, 08, 29, 31, 32, dan 33.

Kapal-kapal ini memang secara rutin berangkat menuju 10 pulau yang ada di Kepulauan Seribu untuk membersihkan laut dari sampah dan mengangkut sampah yang ada di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang nakhoda KM Laut Bersih 32, Maruli Sijabat, mengatakan sudah melihat adanya asap dari sebuah kapal dari jarak 600 meter. Awalnya, dia menganggap bahwa asap itu berasal dari knalpot kapal.

"Kebetulan tanggal 1 Januari itu kapal kita mau menuju ke titik masing-masing. Sekitar 600 meter saya lihat ada asap hitam dari kapal," kata Maruli ketika ditemui di Dermaga Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/1).

"Yang kita lihat itu asap hitam. Pertama, kita kira itu dari knalpot. Karena sudah biasa asap hitam dari kapal. Tapi tambah lama kita tambah curiga. Saya pikir itu pasti kebakaran," tambah Maruli.

Maruli, yang akrab disapa Opung, mengatakan kejadian itu ia lihat ketika rombongan kapal sudah melewati Pulau G. Peristiwa tersebut, menurutnya, terjadi sekitar pukul 08.40 WIB.

Melihat kondisi itu, Maruli langsung melaporkan kejadian tersebut melalui radio. Dia mengirimkan kode morse internasional SOS untuk meminta bantuan.

"Kita ada 6 kapal. Kita laporkan ke channel 16, yaitu Tanjung Priok, dan channel 1, yaitu Muara Angke. Kita minta bantuan dengan SOS. Karena ada kebakaran kapal dari Kali Adem menuju Kepulauan Seribu," ujar Maruli.

Di lokasi yang sama, ada Samsudin, yang juga menjadi nakhoda KM Laut Bersih 08. Samsudin menjadi orang yang ikut dalam rombongan kapal ke Kepulauan Seribu.

Samsudin mengatakan posisi KM Zahro Express sudah melewati Pulau G dan hendak menuju ke Pulau Bidadari sebelum akhirnya berlabuh ke Pulau Tidung.

"Kita sempet bantu evakuasi. KM Zahro pemberangkatan terakhir jam 08.00 WIB. Kebetulan kita mau tugas ke pulau. Jarak sekitar 200 meter atau 0,5 mil dari pandangan kita lihat udah terbakar waktu mereka melewati pulau G menuju ke Pulau Bidadari," ucap Samsudin.

"Setelah kita tambah kecepatan untuk evakuasi. Kemarin posisi kapal kita kosong semua. Instruksi pimpinan, kita berangkat semua untuk penanggulangan sampah tahun baru di sana. Karena memang kalau tahun baru kondisi sampah di sana itu banyak," sambungnya.

Samsudin mengatakan kondisi keenam kapal ini berada yang paling dekat. Dari jarak 200 meter, mereka mendekat hingga jarak 10-20 meter.

"Akhirnya kita mendekat dalam jarak 10-20 meter. Karena kita antisipasi juga arah angin. Takutnya kapal yang terbakar mendekat ke kita. Kita tetap di tempat karena ada kepala orang. Takutnya kena baling kapal profeler atau tertabrak kapal," ujar Samsudin.

Pada saat itu, sudah ada penumpang KM Zahro Express yang melompat ke laut. Berdasarkan kondisi laut saat itu, arus laut sedang kencang. Dalam kondisi itu, keenam KM Laut Bersih membuat posisi melingkar untuk mengurangi kencangnya arus laut.

"Jadi kita kelilingi 6 kapal itu untuk nutup arus laut. Kalau terlambat 10 menit, bisa-bisa cuma bertahan 25 persen. Karena air dingin, arus juga kencang. Karena mereka juga sudah di laut 20 menit," ujar Maruli.

Dalam upaya evakuasi itu, ada juga kapal nelayan dan kapal pemancing yang ikut membantu. Termasuk kapal patroli dari Dinas Perhubungan, yang datang menyusul kemudian.

Setelah itu, upaya yang dilakukan adalah mengangkat para korban ke atas KM Laut Bersih. Ada sekitar 100 orang yang berhasil dievakuasi. Para korban tersebut kemudian dibawa kembali ke dermaga Pelabuhan Kali Adem Muara Angke. (jbr/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads