Ini Kendala Proses Evakuasi Pekerja Jatuh di Apartemen Kamala

Ini Kendala Proses Evakuasi Pekerja Jatuh di Apartemen Kamala

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 13:02 WIB
Ini Kendala Proses Evakuasi Pekerja Jatuh di Apartemen Kamala
Proses evakuasi (Foto: Dok. Damkar Kota Bekasi)
Jakarta - Petugas tim evakuasi Apartemen Kamala Lagoon sudah berupaya maksimal untuk mempercepat proses pemindahan reruntuhan tangga darurat yang menimbun Sidiq, pekerja bangunan. Namun proses evakuasi terkendala sempitnya ruang gerak petugas.

Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Bayu Pratama mengungkapkan proses tersebut rumit karena puing terdiri atas besi serta beton. Ruang tangga darurat yang menimpa pekerja itu hanya berukuran 6 x 2 meter.

"Kami sudah memaksimalkan peralatan yang ada. Ruangannya sempit. (Puing) betonnya hanya bisa ditarik ke atas, dipindahkan dengan crane sampai lantai 42," ujar Bayu kepada detikcom ketika dihubungi, Kamis (5/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu melanjutkan, akses pemindahan puing selanjutnya adalah pintu tangga darurat, tapi hanya besi dengan panjang tertentu yang bisa dikeluarkan lewat sana.

"Pintu darurat pun tidak terlalu lebar, jadi yang bisa keluar dari pintu puing besi saja," imbuh Bayu.

Diketahui tangga darurat lantai 32-33 Apartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, roboh pada Rabu dini hari (4/1/2017). Kejadian bermula saat Sidiq dan timnya sedang mengerjakan tangga darurat pukul sekitar 01.00 WIB dengan menggunakan tower crane.

Saat tali tower crane dilepas dari tangga, fondasi tangga roboh hingga lantai basement 3 dan menghantam tubuh Sidiq. Berdasarkan keterangan saksi mata, suara Sidiq terakhir terdengar pukul 05.00 WIB kemarin pagi (4/1/2017).

Sidiq sudah 35 jam tertimpa reruntuhan. Polisi belum bisa memastikan kondisi Sidiq. (rvk/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini