Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Bayu Pratama mengungkapkan proses tersebut rumit karena puing terdiri atas besi serta beton. Ruang tangga darurat yang menimpa pekerja itu hanya berukuran 6 x 2 meter.
"Kami sudah memaksimalkan peralatan yang ada. Ruangannya sempit. (Puing) betonnya hanya bisa ditarik ke atas, dipindahkan dengan crane sampai lantai 42," ujar Bayu kepada detikcom ketika dihubungi, Kamis (5/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pintu darurat pun tidak terlalu lebar, jadi yang bisa keluar dari pintu puing besi saja," imbuh Bayu.
Diketahui tangga darurat lantai 32-33 Apartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, roboh pada Rabu dini hari (4/1/2017). Kejadian bermula saat Sidiq dan timnya sedang mengerjakan tangga darurat pukul sekitar 01.00 WIB dengan menggunakan tower crane.
Saat tali tower crane dilepas dari tangga, fondasi tangga roboh hingga lantai basement 3 dan menghantam tubuh Sidiq. Berdasarkan keterangan saksi mata, suara Sidiq terakhir terdengar pukul 05.00 WIB kemarin pagi (4/1/2017).
Sidiq sudah 35 jam tertimpa reruntuhan. Polisi belum bisa memastikan kondisi Sidiq. (rvk/rvk)










































