RS Polri Perlu Data Rekam Gigi Korban yang Belum Diidentifikasi

RS Polri Perlu Data Rekam Gigi Korban yang Belum Diidentifikasi

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 13:02 WIB
RS Polri Perlu Data Rekam Gigi Korban yang Belum Diidentifikasi
Bangkai KM Zahro Express (Hasan Alhabshy/detikcom)
Jakarta - Kepala Humas Rumah Sakit Polri Kombes Luh Ike Kristiani mengatakan sebagian besar kondisi jenazah korban terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express telah rusak. Dia pun menyampaikan kebutuhan akan data rekam gigi para korban itu untuk mempercepat proses identifikasi.

"Kemungkinan bahwa kondisi jenazah kan memang sudah rusak kecuali beberapa kemarin itu. Kenyataan rusak berat ya, tentunya itu yang membuat kita kesulitan," kata Ike di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (5/1/2017).

Ike menyebut saat ini beberapa keluarga korban masih mencari rekam gigi. Data itu penting untuk proses identifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data antemortem ini yang bisa membantu. Rekam gigi, sekali lagi, sangat penting, masih ada keluarga yang mencari rekam gigi, entah pernah ditambal atau pernah ke dokter gigi," ujar Ike.

Selain itu, Ike berharap proses identifikasi bisa selesai dari tes DNA. Namun dia tetap mengharapkan adanya rekam gigi yang disampaikan dari keluarga para korban.

"Mudah-mudahan dua hari ke depan ini, karena kami berharap dari tes DNA, data antemortemnya masih belum, giginya kalau bisa rekaman," ucapnya.

"Saya nggak tahu persis yang bersangkutan ini (delapan jenazah) sudah atau belum pernah ke dokter gigi, atau mungkin keluarga sulit menemukan rekam gigi. Tapi sudah melihat ya pasti keluarga korban dari media ya. Korban ini, kami butuh data gigi, data salah satu dari pasien adalah keluarga korban (rekam gigi)," sambung Ike.

Sebelumnya diberitakan, sebagian besar korban KM Zahro Express telah teridentifikasi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang diterima detikcom, Kamis (5/1/2017), dari 23 orang yang meninggal, 16 telah diidentifikasi.

Sementara itu, sebanyak 30 korban kapal terbakar sudah diperbolehkan pulang dan 18 korban lainnya masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Pluit sebanyak 2 orang, RSUD Tarakan 4 orang, RS Pusat Pertamina 3 orang, RSPAD Gatot Subroto 4 orang, RSUD Budhi Asih 2 orang, serta RSCM 3 orang. (dhn/tor)


Berita Terkait