Kisah Hidangan Kaki Lima Masuk Rapat Kabinet

Kisah Hidangan Kaki Lima Masuk Rapat Kabinet

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 09:09 WIB
Kisah Hidangan Kaki Lima Masuk Rapat Kabinet
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Ada yang sedikit berbeda dari menu makan siang dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu kemarin. Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Kota Bogor kali ini mendapat kesempatan menjajakan dagangannya untuk kepala lembaga, menteri, hingga presiden dan wakil presiden.

Pemandangan istimewa ini terlihat di Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1/2017). Pedagang nasi goreng mendorong gerobaknya dengan senyum menyungging. Baju batik lengan panjang dikenakannya dengan rapi.

Dia menuju beranda Istana, yang sudah tertata meja makan bundar. Bergegas dia berjalan sehingga hanya tersenyum ketika difoto dan ditanyai.

Jasa para pedagang dipesan pihak Istana pada Selasa malam (3/1). Mereka memang biasanya berdagang pada malam hari.



Berikut ini 4 cerita pedagang kaki lima masuk Istana.

Cerita Nurhadi yang Nasi Gorengnya Mendadak Dipesan Jokowi

Foto: Pedagang Kaki Lima masuk Istana Bogor (Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)
Siang ini berbeda bagi Nurhadi, yang sehari-hari berdagang nasi goreng kaki lima. Kali ini dagangannya diborong di Istana Kepresidenan Bogor sebagai menu makan siang dalam Sidang Kabinet Paripurna.

"Biasa mangkalnya di DKT (dulu RS DKT/RS Gunung Salak), malam hari," kata Nurhadi sambil menggoreng nasi di Istana Kepresidenan, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1).

Selain Nurhadi, ada dua temannya sesama pedagang nasi goreng. Salah satu temannya mendapat kesempatan memasak untuk Presiden Jokowi dan para menterinya.

Tak hanya hangatnya nasi goreng yang menemani Sidang Kabinet Paripurna kali ini, ada juga sate ayam, tahu Sumedang, dan sekoteng.

Nurhadi dan kawan-kawannya baru dipesan oleh pihak Istana pada Selasa malam (3/1). Mereka memang biasanya berdagang di malam hari.

Tak ada persiapan khusus bagi Nurhadi pada hari spesial ini. Dia dan teman-temannya hanya diminta memakai batik.

Selain itu, ada pedagang sate yang menulis namanya di gerobak, 'Mas Agus'. Dia biasa menjajakan sate ayam dan kambing.

Karena baru dipesan pada Selasa malam, Agus sampai-sampai tidak sempat menyiapkan daging kambing. Dia hanya menyediakan sate ayam dengan lontong hari ini.

Sudah 2 Kali Dipesan Jokowi

Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Rohmad dan Nurhadi tampak berpeluh ketika duduk bersila di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Dua kancing kemeja batik Rohmad yang bagian atas dibuka sambil berkipas dengan tangannya.

Mereka bertiga bersama temannya, yang juga berdagang nasi goreng. Mereka menyeruput kopi hitam hangat sambil menyunggingkan senyum, sederhana tapi terlihat bahagia.

"Alhamdulillah, di sini tadi cepet habisnya. Enggak ada berapa jam sudah habis," kata Rohmad, Rabu (4/1).

Rohmad dan teman-temannya biasa berdagang di dekat RS Gunung Salak, Kota Bogor. Tetapi hari ini spesial, mereka diundang ke Istana Bogor untuk menyajikan hidangan andalan mereka.

Bicara soal nasi goreng kaki lima, pengalaman Rohmad memang sudah diukir sejak 1999. Kini dia mendapat kesempatan istimewa.

"Ini sudah dua kali saya ke sini. Kemarin hari Senin (2/1) saya juga ke sini karena dipesan Pak Jokowi," ujar Rohmad.

Dia tak menyangka ketika hari ini kembali diorder oleh Presiden Jokowi. Tetapi kali ini dia diminta menyajikan untuk pewarta dan beberapa staf Istana Kepresidenan.

"Saya sih pengin suatu hari diundang lagi, buat Pak Presiden, supaya lebih dekat," ungkap Rohmad.

Seporsi nasi goreng ataupun mi dihargai Rp 12.000. Hari ini dia dan teman-temannya bisa menyajikan 100 porsi sehingga Rp 1.200.000 mereka kantongi, yang kemudian sebagian dibelanjakan untuk bahan baku.

Kaki Lima Masuk Istana Bogor karena Jokowi Pengin Ada Angkringan

Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Pedagang kaki lima masuk Istana Bogor menjajakan sajian kepada Presiden Jokowi dan pejabat negara. Itu karena Jokowi sendiri yang menginginkan keberadaan angkringan di Istana siang ini.

"Bapaknya pengin makannya angkringan. Nanti menu yang sama juga buat wartawan," ujar seorang staf di lingkungan Istana, yang mendampingi seorang pedagang nasi goreng masuk ke Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1).

Tampak satu per satu pedagang mendorong gerobaknya masuk ke lingkungan Istana Bogor. Mereka berpakaian cukup rapi, yakni berkemeja batik, lengkap dengan senyum tersungging bibir.

Ada pedagang nasi goreng, mi goreng, dan sate. Hidangan yang dibuat para pedagang kemudian bisa disajikan di meja bundar. Jokowi dan pejabat bisa bersantap siang di situ.

Makanan Kaki Lima Jadi Menu di Istana, Jokowi: Enak, Murah Meriah

Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Pedagang kaki lima diundang ke Istana Kepresidenan Bogor untuk menghidangkan santapan istimewa saat sidang kabinet paripurna siang tadi. Presiden Joko Widodo memuji menu makan siang itu.

"Sidang kabinet spesial dengan hidangan makanan kaki lima. Ada nasi goreng, bakso, taoge goreng. Enak, murah meriah -Jkw," tulis Jokowi lewat akun Twitter @jokowi, Rabu (4/1).

Siang kemarin, pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Kota Bogor mendapat kesempatan menjajakan dagangannya untuk kepala lembaga, menteri, hingga presiden dan wakil presiden. Ada pedagang nasi goreng, mi goreng, dan sate.

Untuk pedagang nasi goreng, ada tiga gerobak yang masuk ke Istana Bogor. Di antara mereka, ada yang menjajakan makanan kepada para wartawan dan staf kepresidenan.
Halaman 2 dari 5
(idh/aik)


Berita Terkait