Persiapan 3 Pasang Kandidat Menyambut Debat Pilgub DKI

Dinamika Pilgub DKI

Persiapan 3 Pasang Kandidat Menyambut Debat Pilgub DKI

Bisma Alief Laksana, Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 05 Jan 2017 08:18 WIB
Persiapan 3 Pasang Kandidat Menyambut Debat Pilgub DKI
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -
Tiga pasang calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta bersiap menjalani sesi debat yang akan digelar sembilan hari lagi. Tiap kandidat tentunya sudah mempersiapkan diri.

Seperti apa persiapan mereka?

Calon Wakil Gubernur DKI Sylviana Murni, pada Selasa (3/1/2017) kemarin, menceritakan persiapannya menghadapi sesi debat tersebut. Tak ada persiapan khusus, namun dia mengaku banyak belajar dari warga yang ditemuinya saat kampanye.

"(Persiapan) dari 3 bulan sudah ada. Inilah persiapan saya, bertemu warga, mendengarkan warga. Kalau dari masterplan, program, insya Allah saya sudah paham karena saya sudah di dalam (pemerintahan) 31 tahun," kata Sylvi di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (3/1).

Selain bertemu dan mendengarkan masukan warga, Sylvi tak melupakan saran dari beberapa pakar di bidang tertentu. Pasalnya, dia mengaku tak menguasai semua bidang ilmu.

"Saya juga menyiapkan masukan dari berbagai ahli, berdialog sama para ahli, kan saya tidak ahli di semua bidang, seperti masalah ekonomi, kayak SKPD. Masalah infrastruktur, saya tidak pernah berada di sana, saya harus belajar, saya harus mempelajari dan melihat lapangan," papar mantan Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan itu.

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, disebut tak mempunyai persiapan khusus. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily.

Menurut Ace, sebagai calon yang juga petahana, Ahok-Djarot tinggal menyampaikan apa yang sudah dilakukan selama keduanya menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Dalam debat-debat yang dilakukan oleh sejumlah stasiun TV, apa yang disampaikan lebih berdasarkan fakta yang sudah dilakukan keduanya.

"Seperti contoh, reformasi birokrasi, penataan kota, pendidikan, kesehatan, aplikasi Qlue, e-government. Kan itu yang sudah dilakukan oleh Ahok-Djarot," kata Ace saat ditemui di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/1).

Saat ditanya apakah ada tim khusus dari timses yang mempersiapkan materi debat, Ace menyangkal hal tersebut.

"Nggak ada tim khusus untuk debat. Ahok kan enggak akan bicara ngawang-awang, tapi bicara soal data," ujar Ace.

Sebagai calon petahana, Ace mengatakan tidak ada pembelajaran khusus bagi Ahok-Djarot menjelang debat. Alasannya, keduanya sudah sangat menguasai persoalan yang dihadapi di Jakarta.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan, mengaku siap menyongsong debat yang akan diadakan oleh KPU. Ia ingin debat tersebut dikemas dalam bentuk interaktif.

"Saya, pertama, berharap sama format debatnya bisa interaktif. Bukan parade monolog, tapi dialog. Sebab, kalau monolog, monolog saja nggak usah debat. Kalau debat, artinya ada dialog sebenarnya, bukan debat kusir, tapi ada interaktif," ujar Anies di Jalan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (3/1).

Anies tidak mempersalahkan panelis yang akan memandu debat. Ia hanya ingin agar panelis yang dipilih memiliki integritas. "Saya pernah jadi panelis tunggal debat capres. Itu debat pertama kali yang diadakan. Saya ngalamin, sebelum acara itu, semuanya nelepon, semua tanya. Saya membayangkan semua panelis besok itu akan mengalami itu. Saya minta kepada tim tidak boleh tanya, tidak boleh nelepon, nggak usah tanya," tambahnya.

Anies mengaku sangat siap menyambut debat tersebut. Ia ingin debat itu dapat menunjukkan kepada masyarakat tentang visi dan misi pemimpin yang layak dipilih.
(erd/erd)


Berita Terkait