"Setiap kecelakaan punya treatment masing-masing, kebakaran dengan gaya kebakaran. Pokoknya semua yang ada di ruang mesin akan kita pelajari," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Aldrin Dalimunte saat dihubungi detikcom, Rabu (4/1/2017) malam.
Mesin kapal yang sudah menjadi bangkai akan diteliti secara saksama. "Kan kita punya laboratorium di kantor kita," ujar Aldrin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah investigasi, akan dianalisis. Dua-tiga bulan, maunya sih cepat, tapi kira-kita segitulah. (Hasilnya) penyebab dan segala macam," ujarnya.
Namun Aldrin akan berusaha secepatnya menyelesaikan kasus KM Zahro tersebut. "Kalau bisa, dua minggu atau seminggu selesai. Kalau tidak, bisa pelan-pelanlah," katanya.
KM Zahro Express terbakar di Muara Angke pada Minggu (1/1). Kejadian tersebut telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 23 orang, dan 190 orang selamat.
Saat ini, bangkai kapal dievakuasi ke dok Kali Asin, Jakarta Utara. Setelah ditarik ke dok kapal, tim Labfor akan melakukan olah TKP.
"Untuk kegiatan besok pagi (Kamis, 5/1), tim dari Labfor akan melakukan olah TKP," ujar Direktur Polair Polda Metro Jaya Kombes Hero Hendrianto Bachtiar kepada detikcom, Rabu (4/1). (aik/idh)










































