"Ini kan memang ketentuannya boleh bahwa izin dikeluarkan secara perorangan. Tapi kita ingin dia (pemilik kapal) bergantung dan dikelola dalam satu organisasi, koperasi. Inilah yang akan mengelola ticketing dan administrasi, asuransi juga," ujar Andri di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (4/1/2017).
Andri mengaku tak mau terburu-buru menerapkan sistem tiket elektronik. Dia ingin transportasi laut terlebih dahulu mendapat kepercayaan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan nih, pelan-pelan rapiin-nya, jangan langsung e-ticket. Kalau sudah dipercaya, sudah bagus tarifnya, trayeknya bagus, jadwal bagus, tarif sama, nggak beda setiap kapal, masyarakat yang menilai," paparnya.
"Setelah dia (koperasi kapal) bekerja sama dengan asuransi, baru nanti kita tingkatkan dengan sistem e-ticketing," imbuhnya.
(GBR/idh)











































