KPK Geledah KPU Bak FBI

KPK Geledah KPU Bak FBI

- detikNews
Senin, 11 Apr 2005 16:36 WIB
Jakarta - Sering melihat aksi FBI di film-film Hollywood tengah melakukan penyelidikan forensik? Mereka membawa lampu pembaca sidik jari. Juga sarung tangan. Kaca pembesar canggih. Kamera. Alat pemindai. Juga alat-alat modern lain. Nah, seperti itulah aksi 6 penyidik KPK ketika menyelidiki seabrek dokumen KPU, Senin (11/4/2005).Para penyidik itu semuanya pria. Mereka mengenakan kemeja polos lengan panjang. Ada yang berdasi, ada yang tidak. Yang pasti, semuanya memakai ID Card bertuliskan nama, foto dan kop KPK. Tak ada seorang pun yang mau buka suara bila sesekali keluar dari ruangan yang digeledah.Ruangan pertama yang diperiksa adalah ruang Sekjen KPU di lantai 2, Jl Imam Bonjol, Jakpus. Mereka "mengobrak-abrik" laci, meja, dan lemari. Kertas-kertas dikeluarkan. Diperiksa satu per satu. Sesekali mereka mencari alat-alat yang pas dari dalam kopor metal. Mereka tampak serius bekerja. Tak ada obrolan macam-macam, apalagi canda tawa.Ruangan lain yang diperiksa adalah ruang distribusi dan logistik di lantai 3. Sekadar diketahui, Mulyana adalah ketua bidang logistik yang bertanggung jawab misalnya dalam pengadaan kotak suara dan bilik suara. Ruangan ini ada di lantai 3. Aksi yang sama juga dilakukan di lantai 3 tersebut."Pak bagaimana hasilnya?" tanya detikcom pada salah seorang anggota KPK yang hilir mudik dari lantai 2 ke lantai 3. Tapi petugas itu hanya ngeloyor saja.Wartawan bisa menyaksikan keseriusan aparat KPK dan kecanggihan peralatan forensik mereka dari balik pintu samping. Kebetulan pintu samping itu terbuat dari kayu dan di atasnya dari kaca. Nah, lewat kaca itulah aktivitas penyidik KPK bisa diintip."Tampaknya pemeriksaan ini akan berlangsung sampai malam," kata seorang staf KPU.Saat ini Gedung KPU telah sepi. Para staf PNS telah berhamburan pulang. Yang bertahan hanya penyidik KPK didampingi segelintir staf KPU yang bertugas "melayani" para penyidik.Pukul 16.20 WIB, empat penyidik pindah ruangan. Mereka naik ke lantai 4, tepatnya di Biro Keuangan. Salah seorang di antaranya membawa hard disk. Sedangkan tangan satunya menenteng kopor kecil yang diperkirakan berisi peralatan forensik. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads