Hal tersebut disampaikan Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Aldrin Dalimunte. Aldrin mengatakan hal tersebut di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (4/1/2017).
"Banyak faktor (terbakarnya Kapal Zahro). Human error, unitnya tersendiri seperti kurang pengawasan, kurangnya perawatan, kelalaian bisa, termasuk ini kami cari," papar Aldrin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita secara komprehensif, kami akan membuat laporannya dan rekomendasi akan kami sampaikan kepada pihak terkait. Tak terbatas pada satu pihak tertentu," tutupnya.
Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (1/1) di Teluk Jakarta. Akibat kebakaran tersebut, 23 orang meninggal dan 17 orang hilang. (GBR/rvk)











































