"Pada kenyataan dalam investigasi kami, Kapal Zahro ini beda dengan kapal di sini. Zahro satu-satunya kapal yang ada di Muara Angke yang memiliki AC dan dilapisi fiber. Sebetulnya bahan dasarnya kayu, tetap sama (dengan kapal lain)," ujar Aldrin kepada wartawan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (4/1/2017).
Meski demikian, penggunaan AC dan fiberglass di Kapal Zahro sah-sah saja. Menurutnya, mungkin tujuan penggunaan bahan fiberglass agar ruangan menjadi kedap udara karena pemilik kapal punya uang lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pintu depan-belakang sudah cukup, atas-bawah juga sudah cukup, masing-masing dua. Mungkin dalam pembuatan pemiliknya punya uang lebih dibanding pemilik kapal lain," imbuhnya.
Aldrin menjelaskan lebih lanjut soal ditemukannya dua lubang pada bangkai Kapal Zahro. Dia meminta agar masyarakat tidak membuat persepsi berbeda soal kemungkinan kapal tenggelam karena lubang tersebut.
"Jangan membuat persepsi beda karena kapal itu sudah dalam kondisi terbakar sehingga akibat kebakaran tersebut bisa muncul lubang besar, lubang kecil. Mungkin saja yang kalian maksud lubang pembuangan air dari dalam ke luar yang sudah ada saat kapal dalam kondisi baik," ucapnya. (GBR/rvk)










































