KTT Asia Afrika Diminta Dukung Palestina Merdeka
Senin, 11 Apr 2005 16:26 WIB
Solo - Sekitar 300 aktivis muslim di Solo menggelar aksi. Mereka mengecam penyerangan Masjidil Aqsa di Jerusalem oleh kelompok militan Yahudi Israel. Mereka juga mendesak lembaga-lembaga dunia, termasuk Konferensi Tingkat Tinggo Asia Afrika (KAA) yang akan digelar di Jakarta dan Bandung memperjuangkan kemerdekaan Palestina.Aksi yang dilakukan oleh Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan KAMMI Solo tersebut berlangsung damai, Senin (11/4/2005) sore. Mereka memulai aksi dari Lapangan Kotabarat dan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag untuk selanjutnya melakukan orasi-orasi.Orasi mereka berisi kecaman terhadap Israel yang membiarkan penyerangan terhadap Masjidil Aqsa 10 April kemarin. Mereka menuntut konsistensi PBB dan para pemrakarsa Peta Jalan Damai (Peace Road Map) dalam mengupayakan perdamaian dan tercapainya target sesuai kesepakatan untuk kawasan tersebut.Sedangkan kepada OKI, Liga Arab dan KAA didesak untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina pada tahun 2005 ini. Khusus kepada KAA yang akan melakukan pertemuan di Jakarta dan Bandung dalam waktu dekat, didesak agar dukungan terhadap Palestina merdeka direalisasikan dengan tegas dalam butir-butir deklarasi.Seperti diketahui ketegangan di Jerusalem terjadi akibat adanya penolakan kelompok ekstrim kanan Yahudi, Revava, terhadap rencana Pemerintah Israel menarik pasukan Israel dan mengosongkan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Aksi tersebut akhirnya berbuntut kekerasan massal dan penangkapan sejumlah anggota Revava.Melihat kondisi tersebut, jika kemerdekaan pada tahun 2005 terasa tidak mungkin dapat terlaksana dan negara-negara penggagas Peta Jalan Damai tidak konsisten memperjuangkan pelaksanaannya, FSLDK dan KAMMI Solo menyerukan kepada seluruh muslim di Palestina keluar dari kesepakatan itu. "Lakukan Intifadha," seru pernyataan sikap mereka.Aksi damai yang sebagian diikuti peserta perempuan tersebut berjalan tertib dan tidak banyak mengganggu kelancaran arus lalu-lintas. Setelah melakukan orasi-orasi, mereka membubarkan diri.
(asy/)











































