"Keduanya tadi malam kita sergap. Saat ditangkap, keduanya melakukan perlawanan dan terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak bagian kakinya," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Rabu (4/1/2017).
Dikonfirmasi terpisah Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono menyebut kedua perampok itu merupakan warga Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang. Sumatera Selatan. Keduanya jadi buron sejak bulan lalu ketika merampok dan membunuh korbannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruly mengatakan, dari keterangan awal C dan F, Lisnawati diketahui mengambil uang di bank pada 21 Desember lalu. Seusai mengambil uang, Lisnawati dibuntuti C dan F dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia. Keduanya pun sempat melancarkan modus dengan cara mengantarkan pulang Lisnawati.
Saat itu C yang mengemudikan mobil, sedangkan F bersembunyi di jok belakang. Atas penawaran C, Lisnawati bersedia diantar pulang ke rumahnya.
Saat dalam perjalanan, tiba-tiba F menyergap Lisnawati dan langsung memaksa korban menyerahkan uang serta kalung dan cincin emasnya.
"Tapi saat itu korban berusaha berontak dan berteriak. Karena panik, tersangka F langsung mencekik leher korban hingga tewas," kata Maruly.
Setelah itu, C dan F mengambil cincin dan kalung korban. Selain itu, C dan F sempat mengecek uang yang diambil Lisnawati yang besarnya Rp 900 ribu.
"Menjelang malam, jasad korban mereka buang ke semak-semak di kawasan Gandus. Sedangkan mobil yang mereka pakai ternyata milik rekannya. Kasus ini masih kita dalami," ujar Maruly. (dhn/dhn)











































