Tekad diperiksa di BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (4/1/2017), mulai pukul 09.30 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Tekad memilih tak berkomentar terkait pemeriksaannya.
Ia mengenakan jaket warna hitam dan masker yang menutupi wajah. Ia juga terus menghindari wartawan dengan 'bersembunyi' di balik badan petugas.
"Hari ini kita membenarkan ada pemeriksaan assessment dan uji lab ntar dari manajemen Citilink itu kira-kira," kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, di BNN, Rabu (4/1).
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pilot Citilink Kapten Tekad sedang mabuk saat hendak menerbangkan pesawat bernomor penerbangan QG 800 rute Surabaya-Jakarta itu pada Rabu (28/12) lalu. Namun soal mabuk ini belum dikonfirmasi oleh Citilink, yang masih melakukan investigasi.
Pemecatan itu dilakukan bukan atas dasar Tekad mabuk. Citilink memecat Tekad karena melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan, peraturan Citilink, kebijakan SDM perusahaan, hingga prosedur penerbangan.
Akibat kejadian ini, CEO Citilink Indonesia Albert Burhan mengundurkan diri.
"Melihat perkembangan semua ini dan dampak yang telah diberikan oleh masalah ini kepada Citilink itu, secara personal saya merasa bertanggung jawab, jadi saya mengajukan pengunduran diri dari Citilink," kata Burhan, Jumat (30/12).
(rna/tor)











































