Dia pernah menyampaikan dua hal soal layanan kesehatan untuk warga. Pertama, soal proses mempermudah warga mengakses layanan kamar kelas 1 rumah sakit. Kedua, soal puskesmas yang seharusnya bisa melayani rawat inap pasien.
Untuk mendapatkan layanan kamar rumah sakit kelas 3, mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta ini menjamin warga Jakarta tak akan dimintai bayaran oleh rumah sakit. Namun warga kini juga ingin bisa mengakses layanan kamar kelas 2 dan 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melihat sebagian besar masyarakat ingin mengakses layanan kelas 1. Namun, hingga kini, memang layanan kelas 2 dan kelas 1 tak gratis. Sylviana masih memikirkan solusiny. Soalnya, APBD tak mungkin menalangi layanan kelas 2 dan 1.
"Itu nggak otomatis karena kita perlu untuk mengganti semua ini, tidak bisa hanya dari APBD," kata Sylviana.
Selain itu, dia berjanji akan menjadikan puskesmas-puskesmas di tiap kecamatan yang ada di Jakarta mempunyai layanan rawat inap. Dengan demikian, puskesmas bisa setara dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe D. Sylviana berharap, bila itu terealisasi, masyarakat di 44 kecamatan tak perlu pergi jauh-jauh dan antre panjang untuk mendapatkan rawat inap.
(Baca juga: Sylviana Janji Ganti Puskesmas di Pulau Tidung Jadi RS Tipe D)
Dia pernah mengutarakan ide ini saat berkunjung ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (23/11/2016) lampau. Bila terpilih bersama Agus Yudhoyono untuk memimpin Jakarta, dia berjanji menjadikan puskesmas di Pulau Tidung sebagai rumah sakit tipe D.
"Puskesmas, kita akan ubah jadi rumah sakit tipe D," kata Sylvi, disambut sorak senang warga saat itu.
(GBR/dnu)










































